Karena Aplikasi, Awie Alih Profesi Jadi Penambal Ban

  • 05 Feb 2025 15:54 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Memiliki pekerjaan menjadi tukang tambal ban tentunya bukan menjadi salah satu pilihan orang saat mencari pekerjaan. Namun karena kondisi maka mau tidak mau pekerjaan tersebut harus dilakoni.

Hal itulah yang dialami oleh Awie (45) seorang warga di Banjarmasin. Semula ia berprofesi sebagai tukang ojek, namun dengan maraknya ojek dengan aplikasi online membuat Awie harus menyerah dengan keadaan.

Dimana saat ini orang lebih banyak menggunakan aplikasi untuk sarana transportasi membuat ia mengalihkan mata pencahariannya menjadi penambal ban kendaraan. "Mau gimana lagi bang, saat ini orang banyak menggunakan jasa angkutan online, sementara saya sendiri kurang menguasai aplikasi itu," kata Awie, Rabu (5/2//2025).

Dulunya pendapatan sebagai tukang ojek sebelum marak penggunaan aplikasi lumayan besar, apalagi ia mangkal disalah satu tempat hiburan malam di kota Banjarmasin. Namun berprofesi sebagai tukang tambal ban menurutnya sudah mampu membantu ekonomi rumah tangganya.

"Lumayan lah bang mampu menambah penghasilan keluarga, dari pada ngojek seperti yang dulu sebab pendapatan kalah jauh dengan mereka yang ojek online," ucapnya.

Harga yang ia patok untuk tambah ban bervariasi. Sementara untuk menambah angin ia tidak mematok harga pasti.

"Bagaimana mereka beri aja bang, terserah berapa, kecuali untuk tambal ban kendaraan roda dua sama roda empat bervariasi harganya sesuai kondisi ban yang ditambal," kata Awie menutup pembicaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....