Hoaks: Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja Yamaha Indonesia Motor Manufacturing
- 24 Jul 2026 11:02 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Akun TikTok “ayunanda” mengunggah video yang menampilkan klaim pembukaan lowongan kerja PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. Unggahan tersebut mengajak masyarakat melamar sebagai operator produksi melalui tautan yang dicantumkan pada bio akun.
Dalam video disebutkan lowongan terbuka bagi lulusan SMA/SMK dengan syarat tertentu. Pengguna kemudian diarahkan untuk melakukan pendaftaran melalui tautan yang diklaim sebagai akses resmi.
Dilansir dari turnbackhoax.id, hingga Kamis, 23 Juli 2026, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 10.000 kali. Konten itu juga memperoleh lebih dari 30 tanda suka dan dibagikan ulang hampir 10 kali oleh pengguna TikTok lainnya.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo mengakses tautan pada bio akun TikTok “ayunanda”. Hasilnya, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengguna mengisi data pribadi, seperti nama, alamat, dan nomor Telegram.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo kemudian menelusuri informasi lowongan kerja Yamaha Indonesia Motor Manufacturing melalui mesin pencari Google. Hasil penelusuran mengarah ke laman resmi yamaha-motor.co.id/career.
Berdasarkan laman tersebut, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing memang membuka lowongan kerja untuk sejumlah posisi di berbagai kantor cabang. Namun, proses rekrutmen dilakukan dengan memilih posisi yang tersedia, membaca persyaratan, kemudian mengajukan lamaran melalui tombol Apply pada laman resmi perusahaan.
Perusahaan juga menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen tidak dipungut biaya apa pun. Informasi lowongan kerja resmi hanya diumumkan melalui laman yamaha-motor.co.id/career.
Dengan demikian, akun dan unggahan video yang menawarkan tautan pendaftaran lowongan kerja Yamaha Indonesia Motor Manufacturing melalui laman tidak resmi merupakan konten tiruan (impostor content).
Referensi: https://turnbackhoax.id/articles/35805-penipuan-tautan-pendaftaran-lowongan-kerja-yamaha-indonesia-motor-manufacturing
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....