Hoaks: 500 Juta Anak Kekurangan Gizi usai MBG Diliburkan
- 14 Jul 2026 11:02 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Beredar unggahan dari akun Facebook “Informasi Berita” yang mengklaim sebanyak 500 juta anak mengalami kekurangan gizi setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) diliburkan. Unggahan tersebut disertai narasi yang menyebut penghentian sementara layanan MBG menyebabkan ratusan juta anak mengalami kekurangan gizi.
Dilansir dari turnbackhoax.id, hingga Senin, 13 Juli 2026, unggahan tersebut telah memperoleh sekitar 690 tanda suka, lebih dari 2.300 komentar, dan dibagikan ulang belasan kali oleh pengguna Facebook.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di bps.go.id, jumlah penduduk Indonesia hingga Juni 2026 sekitar 287 juta jiwa. Sementara itu, jumlah penduduk berusia 0–19 tahun pada Februari 2026 hanya sekitar 88 juta jiwa.
Data tersebut menunjukkan klaim mengenai 500 juta anak yang mengalami kekurangan gizi tidak mungkin benar. Jumlah yang disebutkan bahkan jauh melebihi total penduduk Indonesia.
Sebagai informasi, Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 memang melakukan penyesuaian operasional Program Makan Bergizi Gratis. Selama masa libur, pelayanan MBG untuk peserta didik maupun kelompok nonpeserta didik, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sementara tidak dilaksanakan.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo juga tidak menemukan informasi valid maupun pemberitaan dari sumber kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Tidak ada data resmi yang menyebut 500 juta anak mengalami kekurangan gizi akibat penyesuaian operasional program MBG.
Dengan demikian, klaim bahwa 500 juta anak mengalami kekurangan gizi usai MBG diliburkan adalah hoaks. Informasi tersebut merupakan konten palsu (fabricated content).
Referensi: https://turnbackhoax.id/articles/35660-salah-500-juta-anak-kekurangan-gizi-usai-mbg-diliburkan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....