Hoaks: Indonesia Stop Pakai Dolar AS, Purbaya Pindah ke Yuan China
- 25 Mei 2026 14:07 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Beredar unggahan di Facebook yang mengeklaim Indonesia menghentikan penggunaan dolar Amerika Serikat dan beralih sepenuhnya ke yuan China. Unggahan tersebut juga menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan panda bond untuk memperkuat rupiah.
Narasi dalam unggahan dibuat seolah-olah pemerintah telah resmi meninggalkan dolar AS dalam seluruh transaksi internasional. Konten tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Dilansir dari turnbackhoax.id, hingga Senin, 25 Mei 2026, unggahan tersebut telah ditonton ratusan ribu kali serta memperoleh ribuan tanda suka dan ratusan komentar. Tim Pemeriksa Fakta Mafindo kemudian menelusuri klaim tersebut melalui mesin pencari Google.
Hasil penelusuran tidak menemukan laporan resmi maupun pemberitaan kredibel yang menyebut Indonesia berhenti menggunakan dolar AS atau menggantinya sepenuhnya dengan yuan China. Tidak ada kebijakan resmi pemerintah yang menyatakan hal tersebut.
| Baca juga: Hoaks: Tautan Rekrutmen Raharja Energi Cepu |
Penelusuran lanjutan mengarah pada siaran pers Bank Indonesia mengenai penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral atau local currency transaction (LCT). BI menjelaskan bahwa penggunaan transaksi mata uang lokal memang meningkat, namun nilainya masih jauh lebih kecil dibanding transaksi perdagangan internasional menggunakan dolar AS.
Peningkatan penggunaan mata uang lokal dilakukan sebagai bagian dari diversifikasi transaksi internasional, bukan penghapusan penggunaan dolar AS secara total. Indonesia juga tetap menggunakan dolar AS dalam berbagai aktivitas perdagangan global.
Dengan demikian, unggahan berisi narasi “Indonesia stop pakai dolar AS, Purbaya pindah ke yuan China” merupakan konten palsu (fabricated content). Masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada informasi ekonomi yang tidak bersumber dari lembaga resmi.
Referensi: https://turnbackhoax.id/articles/34645-salah-indonesia-stop-pakai-us-purbaya-pindah-ke-yuan-china
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....