Niteni, dalam Budaya Jawa

  • 10 Sep 2026 06:01 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin: Kearifan lokal masyarakat Jawa dalam Membaca tanda-tanda alam menjadi salah satu bagian dari pengetahuan dalam kearifan lokal masyarakat Jawa. Hal tersebut disampaikan oleh Ki Sulisno, S.Sn., M.A dalam acara Ragam Budaya Sambung Roso di RRI Pro.4 Banjarmasin, Rabu, 9 September 2026.

Ki Sulisno menyebutkan salah satu kearifan lokal tersebut adalah niteni, yakni kebiasaan secara berulang masyarakat Jawa dalam mengamati alam agar lebih mengenali pola dan menentukan tindakan. Sebagaimana dalam masyarakat agraris, niteni sering diterapkan melalui pengamatan tanah, cuaca, hewan, tumbuhan, angin maupun perubahan musim.

“Niteni itu bukan hanya melihat saja, namun juga mengamati, mengingat, dan mengenali pola yang berulang. Baru kemudian masyarakat bisa membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman,” jelas Sulisno

Selain niteni, bentuk pengetahuan lainnya adalah Pranata Mangsa sebagai pedoman mengenali perubahan musim dan menentukan aktivitas pertanian dalam masyarakat Jawa. Menurutnya meskipun pengetahuan tradisional bisa menjadi panduan membaca alam, namun tentu saja perlu diuji karena kondisi alam juga terus berubah dampak perubahan iklim.

“Pengetahuan leluhur memang harus dihargai, namun sekaligus juga diuji sesuai kondisi yang ada saat ini,”ujar Sulisno

Sebagai Akademisi di salah satu Perguruan Tinggi di Banjarmasin itu juga menyampaikan selain niteni dan Pranata Mangsa, masyarakat Jawa juga mengenal kearifan lokal sasmita dan primbon. Keduanya memberikan makna simbolik terhadap berbagai peristiwa alam yang terjadi. "Jadi penting sekali kemampuan dalam membedakan antara peristiwa alam sebagai fakta dan tafsir manusia terhadap sebuah peristiwa," ujarnya

Sulisno menegaskan bahwa kearifan lokal dan ilmu pengetahuan modern tidak harus dipertentangkan. Warisan terpenting dari pengetahuan leluhur adalah memiliki kepekaan dalam mengamati alam dan menguji dugaan sekaligus koreksi diri manakala ternyata berbeda kenyataannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....