“Sadapur Kada Sakenceng”, Cerminan Pentingnya Toleransi dan Kebersamaan

  • 22 Agt 2026 07:56 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin: Ungkapan Banjar “Sadapur Kada Sakenceng” menjadi gambaran menarik tentang kehidupan sosial masyarakat, khususnya ketika kedekatan secara fisik belum tentu menghadirkan kebersamaan. Makna tersebut dibahas dalam Program Ragam Budaya Bacangkurah Pro4 RRI Banjarmasin, Jum’at 21 Agustus 2026.

Secara harfiah, kata Noorhalis Majid, "Sadapur Kada Sakenceng” berarti berada dalam satu dapur, tetapi tidak menggunakan satu periuk. Ungkapan ini menggambarkan kondisi ketika orang-orang berada dalam satu rumah, lingkungan, kantor, maupun organisasi, namun belum tentu memiliki kepedulian dan kemauan untuk bekerja sama.

"Ungkapan tersebut menggambarkan realitas bahwa kedekatan tempat tidak otomatis menciptakan kedekatan hubungan," katanya.

Menurut Noorhalis Majid, tinggal satu rumah, bahkan satu dapur, belum tentu saling bekerjasama dan bantu-membantu. Boleh jadi justru sendiri-sendiri dan tidak saling mau peduli.

Kenceng yang dimaksud dalam ungkapan tersebut, kata Noorhalis, adalah panci atau periuk. Dalam konteks budaya Banjar, periuk menjadi simbol kebersamaan dan kerja sama.

"Karena itu, satu dapur tetapi tidak satu periuk menggambarkan keadaan ketika seseorang berada dalam ruang yang sama, namun berjalan dengan kepentingan masing-masing," ujarnya.

Dikatakan, fenomena “Sadapur Kada Sakenceng” juga dapat ditemui dalam lingkungan pekerjaan dan organisasi. Berada dalam satu kantor semestinya menjadi kesempatan untuk saling mendukung, membuka peluang, dan mewujudkan tujuan bersama.

"Namun, tanpa rasa saling menghargai, lingkungan kerja justru dapat diwarnai persaingan dan sikap saling menjatuhkan," ucapnya.

Sementara itu Arief Rahman Hakim menilai, membangun kebersamaan membutuhkan kesadaran untuk mengendalikan ego serta menghargai keberadaan orang lain. Toleransi dan tenggang rasa menjadi kunci agar perbedaan kepentingan tidak berkembang menjadi konflik.

"Kebersamaan juga harus diwujudkan melalui sikap saling membantu, bukan hanya sekadar berada di tempat yang sama," katanya.

Ungkapan “Sadapur Kada Sakenceng” pada akhirnya mengandung pesan penting bagi kehidupan masa kini. Kebersamaan tidak cukup hanya dengan kedekatan secara fisik, tetapi harus dibangun melalui kepedulian, kepercayaan, toleransi, dan kerja sama. Kearifan budaya Banjar tersebut mengingatkan bahwa berada dalam satu ruang seharusnya menjadi kesempatan untuk berkolaborasi dan saling menguatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....