Meneladani Kesabaran Nabi di tengah Dinamika Kehidupan
- 08 Agt 2026 06:12 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin: Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Berbagai persoalan, keterbatasan, hingga kondisi yang tidak terduga dapat menjadi ujian yang menguji kesabaran, ketenangan, dan kedewasaan seseorang dalam menghadapi kehidupan.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Hikmah Subuh Pro4 RRI Bajarmasin pada Sabtu , 1 Agustus 2026, bersama narasumber Ustadz M. Najmuel Muttaqin, A.Sos.I. Dalam pembahasannya, ia mengingatkan bahwa ujian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Setiap orang memiliki bentuk ujian yang berbeda, baik dalam persoalan keluarga, pekerjaan, ekonomi maupun berbagai dinamika sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.
“Kesabaran dalam Islam, bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sabar merupakan kemampuan untuk tetap tenang, mengendalikan diri, menjaga lisan, serta terus melakukan ikhtiar ketika menghadapi kesulitan, dan sikap seperti ini menjadi salah satu teladan penting dari Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan,”ujarnya.
Kesabaran juga perlu berjalan beriringan dengan harapan kepada Allah SWT. Sebagaimana pesan dalam QS. Al-Insyirah ayat 5–6, bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Karena itu, ketika menghadapi kesulitan, seorang muslim tidak seharusnya membiarkan persoalan tersebut memadamkan optimisme dan cahaya iman dalam dirinya.
Lebih jauh Ustadz Najmuel mengatakan, ujian kehidupan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial. Kesulitan yang dihadapi bersama seharusnya mendorong masyarakat untuk saling membantu, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan empati kepada sesama.
Menjelang datangnya bulan Rabiul Awwal, momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW. Bukan hanya melalui kecintaan dan penghormatan kepada beliau, tetapi juga dengan berusaha menghadirkan akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Tenang ketika diuji, bijak dalam bertindak, menjaga lisan, mampu mengendalikan amarah, serta tetap berikhtiar dan berharap kepada Allah menjadi nilai penting yang dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Melalui Hikmah Subuh, pendengar diajak untuk menjadikan setiap persoalan sebagai ruang pembelajaran. Sebab, kesabaran bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan hati untuk tetap berada di jalan kebaikan meskipun kehidupan sedang tidak mudah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....