Fenomena Listrik Byar Pet Kadap dalam Karya Sastra

  • 04 Agt 2026 04:54 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin: Fenomena “byar pet, kadap” atau kondisi listrik yang menyala dan kemudian padam , menjadi gambaran realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini. Kondisi tersebut menarik untuk dimaknai melalui karya sastra.

Tema ini dapat menjadi ruang untuk melihat bagaimana sebuah peristiwa sehari-hari diterjemahkan menjadi kata, rasa, dan karya yang memiliki pesan sosial. Penyair dan pelaku sastra Elly Rahmah, Legi Artisa, dan Elly Rahmi mengajak masyarakat melihat “gelap” bukan semata-mata kondisi ketika lampu padam.

"Gelap dapat menjadi simbol keresahan, ketidakpastian, kesunyian, bahkan gambaran perjalanan hidup manusia yang tidak selalu berada dalam keadaan terang," katanya saat siaran Ragam Budaya Sastra Puisi Pro-4 RRI Banjarmasin, Kamis 30 Juli 2026.

Seperti yang diungkapkan Elly Rahmah, gelap bukan hanya ketiadaan cahaya. Gelap adalah ruang bagi manusia untuk mendengar dirinya sendiri dan memahami apa yang sering terabaikan ketika terang selalu ada.

Sementara itu, Legi Artisa menilai, dalam setiap byar pet kehidupan, selalu ada jeda yang mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap sekitar. Adapun Elly Rahmi menegaskan, kadap bukan akhir, melainkan bagian dari ritme kehidupan yang mengingatkan kita bahwa cahaya selalu punya cara untuk kembali.

"Puisi pun tidak harus selalu berbicara tentang cinta, kerinduan, atau keindahan alam. Realitas sosial di sekitar masyarakat juga dapat menjadi sumber inspirasi," ujarnya, menjelaskan.

Pemadaman listrik, misalnya, dapat diterjemahkan menjadi puisi yang menggambarkan bagaimana sebuah keluarga menunggu cahaya terang kembali. Begitupun anak-anak yang harus menghentikan aktivitas belajar, hingga pelaku UMKM yang terpaksa menghentikan kegiatan usahanya.

Melalui sastra, keluhan tidak harus disampaikan dengan kemarahan. Keresahan dapat diolah menjadi bahasa yang lebih reflektif dan menyentuh. Gelap menjadi metafora, sementara cahaya menjadi simbol harapan dan solusi.

Tema “Byar Pet, Kadap” akhirnya tidak hanya berbicara tentang listrik yang padam. 'Byar Pet, Kadap adalah juga tentang bagaimana masyarakat menghadapi keadaan yang tidak selalu dapat diprediksi.

"Ketika lampu mati, ada aktivitas yang ikut terhenti. Namun, di tengah kegelapan itu, manusia tetap memiliki kemampuan untuk menemukan cahaya melalui kreativitas, kepedulian, dan harapan," ucapnya.

Bagi dunia sastra, situasi tersebut menjadi catatan zaman. Sebuah peristiwa yang dialami masyarakat hari ini dapat diabadikan melalui puisi agar kelak tidak hanya dikenang sebagai masa ketika listrik sering padam. Peristiwa tersebut juga menjadi cerita tentang bagaimana masyarakat bertahan, beradaptasi, dan tetap menemukan makna di tengah kegelapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....