Masih Ingat Wartel ?
- 29 Jul 2026 13:17 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - "Halo... sudah sampai belum?" Kalimat sederhana itu mungkin masih membekas di ingatan generasi 1980-an dan 1990-an. Jauh sebelum telepon genggam dan internet menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, masyarakat Indonesia mengandalkan warung telekomunikasi (wartel) untuk menghubungi keluarga, kerabat, hingga rekan kerja yang berada di luar kota.
Saat itu, menelepon bukan sekadar rutinitas, melainkan momen yang memiliki arti tersendiri. Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, wartel mudah ditemukan di berbagai sudut kota, termasuk di Banjarmasin.
Keberadaannya menjadi solusi bagi masyarakat yang belum memiliki telepon rumah. Tak jarang, orang rela mengantre demi mendapat giliran berbicara dengan keluarga atau orang tercinta. Percakapan pun biasanya dibuat singkat karena biaya dihitung berdasarkan lama sambungan.
Dilansir dari Telkom Indonesia, perkembangan layanan telekomunikasi di Indonesia mengalami perubahan pesat sejak jaringan telepon terus diperluas ke berbagai daerah. Kehadiran wartel menjadi salah satu tonggak penting karena membuka akses komunikasi bagi masyarakat yang belum mampu memiliki sambungan telepon sendiri.
Pada masanya, wartel bahkan menjadi peluang usaha yang berkembang di hampir seluruh wilayah Indonesia. Selain wartel, generasi saat itu juga akrab dengan kartu telepon yang digunakan di telepon umum.
Kartu bergambar tokoh nasional, satwa, hingga objek wisata itu kini justru menjadi barang koleksi yang banyak diburu. Bagi sebagian orang, kartu telepon bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi juga menyimpan kenangan tentang masa ketika menghubungi keluarga harus direncanakan dengan matang.
Memasuki pertengahan 2000-an, popularitas wartel mulai meredup. Kehadiran telepon seluler dengan tarif yang semakin terjangkau, disusul perkembangan internet dan aplikasi pesan instan, membuat masyarakat beralih ke cara komunikasi yang lebih praktis. Sedikit demi sedikit, papan bertuliskan "WARTEL" pun menghilang dari pemandangan kota.
Kini, wartel mungkin hanya tinggal cerita bagi generasi muda. Namun, bagi mereka yang pernah merasakannya, tempat sederhana itu menyimpan banyak kenangan. Ada yang pertama kali menghubungi orang tua saat merantau, ada yang menyampaikan kabar kelulusan, hingga ada pula yang mengungkapkan perasaan kepada seseorang melalui sambungan telepon yang hanya berlangsung beberapa menit.
Perkembangan teknologi memang telah mengubah cara manusia berkomunikasi. Meski demikian, wartel tetap memiliki tempat tersendiri dalam sejarah telekomunikasi Indonesia. Ia menjadi pengingat bahwa di balik kemudahan menghubungi siapa pun melalui telepon pintar saat ini, pernah ada masa ketika sebuah panggilan telepon terasa begitu berharga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....