Peribahasa "Kada Batanam Nyiur" Ajarkan Pentingnya Meninggalkan Manfaat

  • 13 Jul 2026 10:27 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Peribahasa Banjar "Kada Batanam Nyiur" mengandung pesan agar seseorang tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga meninggalkan manfaat bagi lingkungan tempat ia hidup dan bekerja. Nilai luhur tersebut dibahas dalam program Ragam Budaya Bacangkurah RRI Pro 4 Banjarmasin, Senin, 6 Juli 2026.

Program tersebut menghadirkan budayawan Noorhalis Majid dan akademisi Arif Rahman Hakim sebagai narasumber. Keduanya mengulas makna filosofis peribahasa yang hingga kini dinilai tetap relevan dalam kehidupan masyarakat.

Secara harfiah, kada batanam nyiur berarti "tidak menanam kelapa". Dalam budaya Banjar, ungkapan tersebut menjadi sindiran bagi orang yang hanya mengambil manfaat dari suatu tempat tanpa meninggalkan warisan yang berguna bagi masyarakat.

Noorhalis Majid menjelaskan bahwa pohon kelapa dipilih sebagai simbol karena memiliki umur panjang dan terus memberikan manfaat. Semakin lama pohon kelapa tumbuh, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh generasi berikutnya.

“Kelapa menjadi simbol warisan atau legacy,” ujarnya. “Di mana pun seseorang mencari nafkah, seharusnya ia meninggalkan sesuatu yang bermanfaat, bukan hanya datang mengambil rezeki lalu pergi tanpa jejak.”

Menurut Noorhalis, warisan tidak selalu berbentuk harta benda atau bangunan. Mengajarkan ilmu, mendidik generasi muda, aktif dalam kegiatan sosial, dan menjaga kelestarian lingkungan juga merupakan bentuk "menanam nyiur" yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Arif Rahman Hakim menilai nilai yang terkandung dalam peribahasa tersebut tetap relevan di tengah kehidupan modern. Setiap orang, katanya, memiliki kesempatan meninggalkan jejak kebaikan melalui profesi, ilmu pengetahuan, maupun kepedulian terhadap masyarakat.

“Tidak semua orang mampu membangun masjid, sekolah, atau jembatan,” ujarnya. “Tetapi setiap orang bisa meninggalkan manfaat melalui ilmu, kepedulian, dan tindakan kecil yang memberi dampak bagi orang lain.”

Melalui peribahasa "Kada Batanam Nyiur", masyarakat Banjar mewariskan pesan bahwa keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari banyaknya harta yang dikumpulkan. Nilai tersebut mengajak setiap orang menjadi pewaris kebaikan yang memberi manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....