Syair Banjar klasik: Brama Sahdan

  • 29 Jun 2026 12:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Salah satu karya sastra klasik Banjar yang menyimpan kearifan lokal adalah Syair Brama Sahdan. Karya tersebut perlu dikenalkan kepada masyarakat terutama generasi muda agar terus ada dan menjadi warisan budaya. Hal tersebut disampaikan oleh Faisal Embron, Iberahim, S.H dan Abdul Hamid, S.Ag dalam acara Ragam Budaya Suluh Banua di RRI Pro.4 Banjarmasin, Minggu, 28 Juni 2026.

Sebagai salah satu pegiat budaya Banjar, Faisal Embron mengatakan bahwa Brama Sahdan bukan sebagai syair lama saja, namun juga menjadi warisan budaya yang mencerminkan cara pandang dan kehidupan masyarakat Banjar di masa dulu atau orang Banjar menyebut istilahnya 'kisah bahari'.

Sementara itu Abdul Hamid juga mengungkapkan jika rasa cintanya terhadap seni Basyair Banjar sudah ada sejak lama. Adapun naskah syair Brama Sahdan merupakan koleksi yang saat ini tersimpan di Museum Lambung Mangkurat dan sudah menjadi objek berbagai kajian ilmiah.

"Setiap baitnya ada 4 baris dan meskipun ceritanya hanya fiksi saja tapi isinya merupakan gambaran perjalanan seorang raja atau tokoh besar dengan nilai-nilai adat dan kehidupan yang menyertai," ujar Abdul Hamid

Ia menambahkan selain memiliki nilai sastra, syair Brama Sahdan juga pernah hidup sebagai tradisi lisan di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan. Saat ini jumlah pelestari Basyair Banjar sudah semakin berkurang dan salah satu tantangan terbesarnya adalah mengenalkan sastra klasik kepada generasi muda dengan cara yang lebih menarik tanpa menghilangkan nilai aslinya.

"Kearifan lokal pada seni Basyair Banjar itu bisa jadi ruang nostalgia, sekaligus menjadi gambaran dan pesan yang baik bagi generasi muda saat ini," ujarnya menjelaskan

Hal senada juga disampaikan oleh Iberahim, S.H, bahwa media digital juga bisa menjadi salah satu sarana efektif untuk mendokumentasikan dan promosi warisan sastra lisan Banjar. Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat maupun pihak terkait dan para komunitas budaya, bisa terus memperkuat upaya pelestarian basyair Banjar.

"Kisah syair Brama Sahdan bukan cuma jadi sejarah saja, tapi juga tetap hidup sebagai identitas budaya Banjar secara turun temurun," katanya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....