Sehelai Kain Sutra dalam Bingkai Puisi
- 27 Jun 2026 08:20 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin: Benda-benda sederhana di sekitar manusia sering kali menyimpan makna yang jauh lebih dalam ketika disentuh oleh karya sastra. Hal itulah yang diangkat dalam program Ragam Budaya, Ruang Sastra Puisi Pro 4 RRI Banjarmasin bertema “Sehelai Kain Sutra”. Ragam budaya, Kamis 25 Juni 2026 menghadirkan Elly Rahma, Fitri Sei Getas, Nabila dan Legi Arsita.
Melalui diskusi ini, pendengar diajak memahami bagaimana selembar kain dapat menjelma menjadi simbol kehidupan yang kaya akan makna. Dalam dunia sastra, kain sutra tidak hanya dimaknai sebagai bahan yang lembut, indah, dan bernilai tinggi.
"Sutra dapat menjadi metafora tentang kasih sayang, kesetiaan, harapan, hingga perjalanan hidup manusia. Setiap helai benangnya seolah menyimpan cerita yang dapat diterjemahkan ke dalam larik-larik puisi yang menyentuh hati," kata Elly.
Menurutnya, kekuatan puisi terletak pada kemampuannya menghidupkan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. Sebuah benda yang tampak sederhana mampu menghadirkan berbagai penafsiran sesuai pengalaman, perasaan, dan sudut pandang setiap pembaca.
"Puisi tidak pernah memiliki satu makna yang mutlak, melainkan selalu membuka ruang dialog antara penyair dan pembacanya," ujarnya.
Sementara Fitri mengatakan, kain memiliki posisi penting dalam berbagai tradisi budaya di Indonesia. Selain berfungsi sebagai busana, kain kerap menjadi simbol identitas, penghormatan, hingga warisan budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
"Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi sumber inspirasi bagi penyair untuk menghadirkan karya yang tidak hanya indah secara bahasa, tetapi juga kaya akan pesan budaya," katanya.
Dibagian lain Legi Arsita menambahkan, di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, sastra dinilai tetap memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Puisi menjadi ruang untuk melatih kepekaan rasa, memperhalus cara berpikir, serta mengajak pembaca merenungkan makna kehidupan melalui pilihan kata yang sederhana namun mendalam.
"Sastra juga menjadi salah satu cara menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman," katanya.
Untuk itu Elly Rahma, Fitri Sei Getas, Nabila dan Legi Arsita mengajak generasi muda tidak ragu untuk mulai membaca maupun menulis puisi. Inspirasi tidak selalu datang dari peristiwa besar, tetapi juga dapat lahir dari benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
"Dengan mengasah kepekaan terhadap lingkungan dan pengalaman hidup, setiap orang memiliki kesempatan untuk melahirkan karya sastra yang autentik dan bermakna," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....