Jarik, Warisan yang Tak Lekang oleh Zaman

  • 25 Jun 2026 05:39 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin : Jarik bukan sekadar kain tradisional bagi masyarakat Jawa. Di balik motif dan lipatannya, tersimpan berbagai kenangan, nilai kehidupan, serta romantisme budaya yang masih hidup hingga saat ini. Hal tersebut disampaikan oleh Trining Puji Astutik dalam program acara Ragam Budaya, Sambung Roso Pro4 RRI Banjarmasin, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut Trining, jarik merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki fungsi sangat luas dalam kehidupan masyarakat Jawa. Tidak hanya digunakan sebagai pakaian, jarik juga menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari di rumah.

“Jarik dulu bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari menggendong bayi, menjadi selimut, ayunan anak, hingga kain penutup tubuh saat beraktivitas di rumah. Bahkan semakin lama dipakai dan dicuci, jarik justru semakin nyaman digunakan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar kain, jarik juga menyimpan kenangan masa kecil yang sulit dilupakan. Banyak orang Jawa mengenang hangatnya gendongan ibu atau simbah menggunakan jarik sambil mendengarkan tembang pengantar tidur. Kehangatan tersebut menjadi simbol kasih sayang keluarga yang membekas hingga dewasa.

Trining menjelaskan bahwa dalam budaya Jawa, jarik juga mengandung filosofi kehidupan. Salah satu kerata basa yang populer menyebutkan bahwa jarik berarti “aja gampang serik” atau jangan mudah iri dan sakit hati terhadap orang lain.

“Filosofi itu mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, serta kemampuan menjaga hubungan baik dengan sesama. Bahkan cara memakai jarik yang membuat langkah menjadi lebih teratur mengandung pesan agar manusia menjalani hidup dengan tenang dan penuh pertimbangan,” katanya.

Di tengah perkembangan zaman, keberadaan jarik justru semakin mendapat tempat di kalangan generasi muda. Jarik kini banyak dipadukan dengan busana modern sehingga tampil lebih praktis dan menarik tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya.

Menurut Trining, fenomena tersebut menunjukkan bahwa budaya dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan identitas aslinya. Jarik tidak lagi hanya hadir dalam upacara adat, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan ekspresi kebanggaan terhadap budaya lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....