Ragam Budaya IKASBA: Ondel-Ondel Bukan Sekadar Hiburan

  • 23 Jun 2026 14:33 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ditengah kehidupan modern saat ini, kesenian Ondel-ondel sebagai simbol budaya masyarakat Betawi masih relevan. Hal tersebut disampaikan oleh Ir. Rizal Akbar Sarupi, M.Ap, Drs. Djohansyah Atak, Ratu dan Rakhmad Basuki dalam acara Ragam Budaya IKASBA, Senin, 22 Juni 2026 di RRI Pro.4 Banjarmasin.

Rizal Akbar yang juga Ketua Forjak Banua Kalsel menjelaskan bahwa Ondel-ondel bukan sebagai pertunjukan atau hiburan saja. Berdasarkan sejarahnya, Ondel-ondel merupakan simbol perlindungan dan identitas masyarakat Betawi. Selain memiliki peran untuk ikut menjaga dan melestarikan seni daerah, kolaborasi antar-komunitas budaya dinilai perlu sebagai salah satu upaya menjaga keberlangsungannya.

"Ondel-ondel awalnya memang dibuat untuk keperluan ritual atau upacara tolak bala, biasanya bertujuan mengusir adanya wabah penyakit atau roh jahat,"ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Ondel-ondel saat ini perlu dipahami secara utuh baik bentuk maupun maknanya. Memiliki nilai sejarah dan filosofi, Ondel-ondel bisa dilihat sebagai boneka raksasa yang biasanya berpasangan. Hal itu melambangkan kekuatan dalam menjaga keamanan, memiliki keberanian dan penuh kejujuran.

"Wajah Ondel-ondel laki-laki warnanya merah, berkumis dan alis hitam tebal. Sedangkan Ondel-ondel perempuan berwarna putih, memakai anting dan mahkota," ujar Rizal menjelaskan

Sementara itu, Djohansyah Atak perwakilan Kerukunan Keluarga Dayak Deah menilai bahwa kesenian Ondel-ondel memiliki fungsi budaya yang tidak jauh berbeda dengan sejumlah simbol tradisional di berbagai daerah. Termasuk suku Dayak Deah, sebab menurutnya setiap suku di Nusantara memiliki keragaman cara dalam mengekspresikan setiap identitas budaya.

Demikian juga perwakilan Kerukunan Keluarga Jawa Tengah, Rakhmad Basuki, ia melihat Ondel-ondel sebagai bagian dari keragaman budaya yang memperkaya Indonesia. "Ondel-ondel memang paling identik saat ulang tahun DKI Jakarta maupun pagelaran pesta rakyat. Bentuk bonekanya juga tidak lagi seseram yang dulu," katanya.

Sedangkan Ratu, dari Kerukunan Keluarga Banjar yang juga tergabung dalam IKASBA mengungkapkan jika pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat pemilik budaya itu sendiri. Ondel-ondel dan beragam kesenian yang ada merupakan aset besar bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Agar warisan budaya itu terus ada maka kiita perlu tahu, mengenal dan saling menghargai antara budaya satu dengan yang lain," ujarnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....