Sineas Muda Banjar Siapkan Film Budaya Lokal

  • 04 Jun 2026 12:17 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Upaya memperkenalkan budaya Banjar kepada generasi muda melalui layar lebar kembali mendapat perhatian. Sineas muda asal Kalimantan Selatan, Iqbal Al-Banjari, tengah menyiapkan proyek film yang mengangkat kearifan lokal Banjar dengan melibatkan pelajar dan komunitas budaya di daerah.

Hal tersebut disampaikan dalam siaran Pandiran Baisukan bersama Laung Kuning Banjar (LKB) di RRI Pro4 Banjarmasin, Selasa, 2 Juni 2026. Siaran ini mengangkat tema “Sineas Film Banua” dengan menghadirkan Ketua LKB DPC Banjarmasin Irsa Setiawan, Ketua Tim Seni dan Budaya LKB Guru Aman Babun, serta sineas muda Iqbal Al-Banjari sebagai narasumber.

Ketua LKB DPC Banjarmasin, Irsa Setiawan, menyambut baik rencana produksi film tersebut karena dinilai sebagai salah satu sarana pelestarian budaya Banjar. Ia menilai proyek ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah di kalangan generasi muda.

“Bang Iqbal datang ke Banjarmasin membawa rencana pembuatan film yang berkaitan dengan budaya Banjar, khususnya untuk anak-anak dan generasi penerus kita. Tentu ini perlu mendapat dukungan bersama,” ujarnya.

Iqbal Al-Banjari menjelaskan bahwa selain menggarap film berskala nasional, dirinya juga menyiapkan film lokal sebagai media edukasi budaya bagi pelajar tingkat SD dan SMP. Film tersebut akan mengangkat berbagai unsur budaya Banjar yang dikemas dalam alur cerita yang dekat dengan dunia anak-anak.

“Kita ingin anak-anak memiliki tontonan yang sesuai dengan usia mereka. Karena itu, film ini akan memuat budaya Banjar seperti permainan tradisional dan nilai-nilai lokal yang bisa mereka kenal sejak dini,” kata Iqbal.

Menurutnya, unsur budaya Banjar akan menjadi bagian penting dalam film tersebut, mulai dari permainan tradisional hingga kesenian daerah. Meski berbentuk film fiksi, seluruh unsur budaya akan dikemas secara natural agar mudah dipahami dan dinikmati penonton muda.

Iqbal menambahkan, sekitar 80 persen pemain film lokal tersebut akan melibatkan talenta dari Kalimantan Selatan. Proses pencarian pemain juga akan dilakukan melalui sekolah-sekolah agar pelajar memiliki kesempatan terlibat langsung dalam produksi film.

“Sekitar 80 persen pemain akan berasal dari daerah. Kami ingin memberi ruang bagi anak-anak Banua untuk berkarya dan merasakan pengalaman dalam dunia perfilman,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Aman Babun menilai kehadiran film bertema budaya menjadi langkah strategis dalam mengenalkan kembali kesenian Banjar yang mulai jarang diketahui generasi muda. Ia berharap film tersebut dapat menjadi media pembelajaran sekaligus dokumentasi budaya daerah.

“Banyak anak-anak sekarang yang belum mengenal bagasing, balogo, madihin, balamut, kuntau, hingga wayang kulit Banjar. Mudah-mudahan melalui film ini mereka bisa mengetahui dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” ucapnya.

Melalui kolaborasi komunitas budaya dan insan perfilman, diharapkan budaya Banjar dapat terus hidup dan dikenal lebih luas. Selain menjadi sarana hiburan, film tersebut juga diharapkan menjadi media edukasi yang memperkuat identitas budaya Banua di tengah perkembangan industri kreatif nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....