Bangun Keluarga Harmonis, Kualitas Diri Jadi Kunci Rumah Tangga Sakinah

  • 02 Jun 2026 05:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Di tengah berbagai tantangan kehidupan keluarga modern, membangun rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah menjadi cita-cita yang terus diupayakan setiap pasangan. Namun, mewujudkan keluarga harmonis tidak cukup hanya dengan cinta, melainkan juga memerlukan kesiapan diri, kesetaraan, dan penguatan nilai agama.

Hal tersebut mengemuka dalam siaran Ragam Budaya "Ruhui Barakatan" Pro 4 RRI Banjarmasin bekerja sama dengan UIN Antasari Banjarmasin, Sabtu, 30 Mei 2026 malam. Program yang dipandu Helda itu menghadirkan dosen senior Fakultas Syariah UIN Antasari, Prof. Dr. H. M. Fahmi Al Amruzi, M.Hum, didampingi Dina, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin.

Dalam pemaparannya, Prof. Fahmi menjelaskan bahwa pernikahan merupakan institusi yang sangat mulia dan telah ada sejak Nabi Adam dan Hawa. Menurutnya, tujuan utama pernikahan adalah menghadirkan ketenteraman hidup sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an. Karena itu, membangun rumah tangga sakinah harus dimulai sejak proses memilih pasangan dengan mempertimbangkan kualitas diri dan kesiapan menjalani kehidupan bersama.

"Islam memberikan strategi yang jelas melalui hadis Nabi, yakni memperhatikan aspek kemapanan, kualitas keturunan, kecantikan atau akhlak, serta agama. Jika empat unsur ini dipersiapkan dengan baik, maka peluang mewujudkan rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah akan semakin besar," ujar Prof. Fahmi.

Beliau menambahkan, agama menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan rumah tangga, termasuk saat menghadapi persoalan seperti konflik keluarga maupun kehadiran orang ketiga. Menurutnya, pasangan yang memiliki komitmen keagamaan yang kuat akan lebih mampu menjaga perjanjian suci pernikahan dan menyelesaikan persoalan dengan bijaksana.

Sementara itu, Dina menilai generasi muda saat ini masih menjadikan faktor agama, karakter, dan kemapanan sebagai pertimbangan dalam memilih pasangan. Namun, ia melihat kesetaraan pendidikan juga menjadi hal yang semakin diperhatikan karena berpengaruh terhadap pola pikir, komunikasi, dan cara menyelesaikan masalah dalam rumah tangga.

"Empat kriteria yang disampaikan dalam hadis masih relevan bagi generasi muda sekarang. Hanya saja, banyak anak muda juga mempertimbangkan kesetaraan pendidikan agar memiliki pola pikir dan visi yang sejalan ketika membangun rumah tangga," kata Dina.

Melalui siaran tersebut, kedua narasumber sepakat bahwa rumah tangga harmonis tidak dibangun secara instan. Kualitas diri, kesiapan mental, kesetaraan pasangan, dan penguatan nilai agama menjadi faktor penting yang harus dipersiapkan sebelum memasuki kehidupan pernikahan.

Dengan memahami prinsip-prinsip tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memandang pernikahan sebagai ikatan formal, tetapi juga sebagai ikhtiar membangun keluarga yang tenteram, penuh kasih sayang, dan mampu menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi yang berkualitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....