Tradisi Kuliner dan Wisata Religi Warnai Iduladha di Kalimantan Selatan

  • 26 Mei 2026 15:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pelaksanaan tradisi Hari Raya Iduladha di Kalimantan Selatan tidak hanya identik dengan kurban, tetapi juga diramaikan dengan sajian kuliner khas dan kegiatan wisata religi masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Ratu dan Djohansyah dalam acara Ragam Budaya bersama IKASBA di RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 25 Mei 2026.

Ratu yang aktif dalam kegiatan IKASBA (Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa) Kalimantan Selatan mengungkapkan bahwa suasana Iduladha biasanya diramaikan dengan berbagai kuliner khas olahan daging kurban. Masyarakat Banjar umumnya memasak habang, sate, sop daging, hingga berbagai masakan berbumbu khas Banjar untuk dinikmati bersama saat silaturahmi keluarga.

“Tradisi memasak dan makan bersama selalu ditunggu saat momen Iduladha,” ujar Ratu. “Baik oleh panitia kurban maupun keluarga di rumah.”

Mewakili Kerukunan Keluarga Banjar dalam organisasi IKASBA, Ratu menilai kuliner khas Iduladha menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat Banjar. Menurutnya, kebiasaan tersebut masih terus diwariskan sebagai bagian dari identitas budaya dan semangat kebersamaan masyarakat di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Djohansyah yang mewakili Kerukunan Keluarga Dayak Deah menyampaikan bahwa banyak masyarakat memanfaatkan libur Iduladha untuk bersilaturahmi sekaligus melakukan ziarah ke makam ulama. Tradisi tersebut dinilai masih menjadi bagian dari budaya religius masyarakat yang terus terjaga hingga sekarang.

“Momen Iduladha di Balangan selalu ramai oleh peziarah yang berkunjung ke makam Datu Kandang Haji,” ujar Djohansyah. “Tradisi tersebut masih terus dijaga masyarakat hingga sekarang.”

Ia menambahkan, tradisi pada Hari Raya Kurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan dalam beribadah kepada Allah Swt, tetapi juga momentum memperkenalkan beragam kuliner khas dan wisata religi daerah. Salah satunya melalui ziarah ke makam Datu Kandang Haji yang dikenal sebagai tokoh penyebar syiar Islam di Balangan pada sekitar abad ke-17.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....