Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
- 25 Mei 2026 05:35 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin: Sejarah qurban bermula dari ujian besar yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS. Setelah lama menantikan kehadiran seorang anak, Nabi Ibrahim justru diperintahkan melalui wahyu untuk menyembelih putranya tercinta, Nabi Ismail AS.
Kisah itu menjadi gambaran luar biasa tentang keimanan seorang ayah dan anak dalam menjalankan perintah Allah SWT. Nabi Ismail AS bahkan menunjukkan keteguhan hati dan kesabaran dengan menerima perintah tersebut tanpa penolakan.
“Qurban mengajarkan manusia untuk ikhlas dan mendahulukan Allah di atas segala sesuatu yang dicintai,” kata ustaz M. Kipliansyah, SH.I., dalam Hikmah Subuh Pro4 RRI Banjarmasin, Selasa 19 Mei 2026.
Tema yang diangkat adalah “Awal Mula Qurban dalam Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail”. Kajian ini mengajak masyarakat memahami bahwa ibadah qurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi bentuk ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah SWT.
Ustaz Kipliansyah mengatakan, ketika Nabi Ibrahim hendak melaksanakan perintah tersebut, Allah SWT mengganti Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan. Peristiwa itu kemudian menjadi asal mula disyariatkannya ibadah qurban bagi umat Islam hingga saat ini.
Ia juga menerangkan, bahwa nilai qurban tidak hanya terletak pada ritual penyembelihan. Nilai qurban juga terletak pada semangat pengorbanan, kepedulian sosial, dan keikhlasan berbagi kepada sesama.
Melalui momentum Idul Adha, masyarakat diajak menjadikan qurban sebagai sarana memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Momentum qurban juga sebagai sarana mempererat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....