Kakicak Wadai Gayam, Memberi Makna Jangan Mudah Menyamaratakan
- 16 Mei 2026 18:26 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin — Ungkapan Banjar “Kakicak Wadai Gayam, Mata Picak di Patuk Hayam” menyiratkan makna kehidupan sosial. Ungkapan tersebut mengandung pesan agar seseorang tidak mudah menyamaratakan atau menggeneralisasi sesuatu hanya berdasarkan persepsi semata.
Kakicak dan wadai gayam memang memiliki bahan dasar yang sama. Meski bahan dasarnya sama, namun proses pengolahannya berbeda sehingga menghasilkan rasa dan bentuk yang tidak sama.
“Kalau orang menyamakan semuanya tanpa benar-benar melihat dan merasakan, berarti termakan opini yang sudah lama terbangun tanpa mengulik lebih dalam. Itulah makna mata picak dipatuk hayam,” ujar Noorhalis Majid dalam siaran Bacangkurah, Pro 4 RRI Banjarmasin pada Jumat malam, 15 Mei 2026.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang terburu-buru memberikan penilaian terhadap individu, kelompok, bahkan daerah tertentu hanya karena pengalaman terbatas atau informasi yang tidak utuh. Padahal, setiap orang memiliki karakter, pengalaman, dan latar belakang yang berbeda meski berasal dari lingkungan yang sama.
Sementara itu, Arif Rahman Hakim menambahkan, ungkapan tersebut juga relevan dengan kondisi masyarakat modern, terutama di era media sosial saat stereotip dan generalisasi mudah berkembang. Menurutnya, masyarakat perlu membangun kebiasaan melakukan crosscheck dan memahami situasi secara langsung sebelum menyimpulkan sesuatu.
“Kadang orang hanya melihat kulit luarnya saja. Padahal setelah benar-benar mengenal, ternyata kenyataannya berbeda,” katanya.
Dibagian lain, Noorhalis Majid juga mengingatkan bahwa generalisasi yang berlebihan dapat memunculkan stigma dan diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Ia mencontohkan bagaimana stereotip terhadap suku, daerah, maupun komunitas sering kali lahir dari pengalaman terbatas yang kemudian dianggap mewakili keseluruhan.
Menurutnya, ungkapan Banjar tersebut menjadi pengingat agar masyarakat lebih jeli memahami keadaan sebelum bersikap, berpendapat, maupun mengambil keputusan. Sebab, penilaian yang dibangun hanya dari persepsi tanpa memahami fakta berpotensi menimbulkan kesalahan dan merugikan orang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....