Peribahasa Banjar Ajarkan Sikap Bijak Menyikapi Kehidupan
- 10 Mei 2026 19:30 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID Banjarmasin - Manusia sebaiknya tidak menelan mentah-mentah segala hal dalam hidup, termasuk sikap maupun ucapan orang lain. Hal ini disampaikan oleh Noorhalis Majid dalam program Ragam Budaya Bacangkurah RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat, 8 Mei 2026.
Ia mengingatkan agar jangan terburu-buru menelan hal manis ataupun membuang hal pahit dalam hidup. Nasihat ini sesuai dengan peribahasa Banjar, 'Nang Manis Jangan Lakas Ditaguk, Nang Pahit Jangan Lakas Diluak', yang mengajarkan sikap bijak dalam merespons perkataan dan perilaku orang lain.
Prinsip ini berlaku bagi segala aspek kehidupan, terutama saat menghadapi seseorang yang memberikan pujian atau kata-kata manis. Jangan langsung menelan mentah-mentah kesan baik tersebut hanya karena terdengar menyenangkan di telinga..
Terkadang seseorang terlihat sangat ramah di awal hingga memicu kepercayaan, namun akhirnya justru menipu," ujarnya. "Sebaliknya, ada orang yang bersikap ketus atau bicara pedas, padahal memberikan nasihat yang sangat bermanfaat."
Ia menyampaikan perumpamaan layaknya makanan, setiap yang masuk harus dikunyah dan dirasakan terlebih dahulu untuk memastikan kebenaran di balik rasa manisnya. Pertimbangkan semuanya dengan matang sebelum akhirnya memutuskan untuk menerima atau menolak hal tersebut.
Selain itu, jangan terpesona oleh tampilan luar seseorang, meskipun penampilan rapi merupakan bagian dari kesan pertama yang positif. Hindari menilai seseorang hanya berdasarkan permukaan fisik atau kata-katanya sebelum benar-benar mengenal karakternya.
Proses mencerna informasi menuntut kecerdasan emosional agar seseorang tidak mudah terbawa suasana atau perasaan sesaat. Bagi yang belum memiliki banyak pengalaman, mengamati pengalaman hidup orang lain menjadi langkah penting untuk menghindari kesalahan serupa maupun berbagai bentuk tipu daya.
Noorhalis mengingatkan bahwa perilaku manusia sangat dinamis, sehingga jangan mudah tertipu oleh penampilan atau ucapan semata. Peribahasa ini mengajarkan pentingnya mencerna setiap keadaan dengan bijak sebelum memberikan kepercayaan sepenuhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....