Menyiapkan Generasi Berilmu dan Beradab sejak Dini
- 06 Mei 2026 10:50 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin — Isu krusial tentang kualitas generasi muda dibahas para perwakilan Kerukunan Keluarga dalam siaran Ragam Budaya IKASBA Pro4 RRI Banjarmasin, Senin malam, 4 Mei 2026. Mengangkat tema “Menyiapkan Generasi yang Berilmu dan Beradab”, diskusi menghadirkan sejumlah tokoh lintas paguyuban yang menyoroti pentingnya keseimbangan antara kecerdasan dan karakter.
Acara yang dipandu Awan ini menghadirkan Djohansyah dari Kerukunan Keluarga Dayak Deah, Rahmat Basuki dari Kerukunan Keluarga Jawa Tengah, serta Dr. Masrani Noor dari Kerukunan Keluarga Madura. Turut hadir sebagai narasumber tamu Direktur STIENAS, Dr. HM. Soedjatmiko yang memberikan perspektif akademis terkait tantangan pendidikan saat ini.
Rahmat Basuki menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menanamkan nilai-nilai adab dan karakter. “Kita punya kewajiban menyiapkan generasi penerus yang bukan hanya pintar, tetapi juga beretika dan berkarakter,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki moral yang kuat.
Djohansyah turut menyoroti adanya pergeseran sikap generasi muda terhadap guru dan orang tua. Ia membandingkan kondisi masa lalu dengan saat ini yang dinilai mulai mengalami penurunan dalam hal penghormatan dan etika.
“Dulu anak-anak sangat menghormati guru, sekarang mulai bergeser. Ini jadi bahan evaluasi kita bersama, terutama dalam sistem pendidikan yang mulai meninggalkan pendidikan moral,” ucapnya.
Sementara itu, Dr. HM. Soedjatmiko menekankan bahwa adab merupakan fondasi utama sebelum ilmu. Ia mengibaratkan adab sebagai wadah, sementara ilmu adalah isi yang akan menentukan kualitas seseorang. “Kalau wadahnya tidak baik, maka ilmu yang dimasukkan juga tidak akan memberi manfaat maksimal. Maka adab harus didahulukan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pengaruh lingkungan dan media sosial yang semakin besar terhadap pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, diperlukan pendekatan yang adaptif agar pendidikan tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar.
Menutup diskusi, Dr. Masrani Noor menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk generasi yang unggul. Ia menilai keteladanan menjadi kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai adab kepada anak.
“Kalau ketiga unsur ini berjalan selaras, maka generasi yang berilmu dan beradab bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan,” katanya pada saat Awan meminta memberikan pernyataan penutup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....