Tradisi Wiwitan, Warisan Budaya Agraris yang Perkuat Ketahanan Pangan

  • 10 Apr 2026 10:35 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Tradisi wiwitan menjadi salah satu warisan budaya yang masih dijaga oleh masyarakat agraris di Indonesia. Di sejumlah daerah, tradisi ini dilakukan menjelang atau saat awal panen padi sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi yang diberikan Tuhan.

Hal tersebut disampaikan oleh Rizal Dwi Prastyo, S.P., CCSME, dalam acara Ragam Budaya Sambung Roso di RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 8 April 2026. Menurutnya, tradisi wiwitan tidak hanya sebagai budaya, tetapi juga mengandung nilai kearifan lokal yang berkaitan erat dengan pertanian.

Sebagai warisan leluhur, tradisi wiwitan bukan sekadar seremoni panen padi, melainkan sarat makna spiritual dan sosial. Tradisi ini juga selaras dengan konsep ketahanan pangan di era modern.

“Bumi itu bukan hanya objek yang dieksploitasi. Tradisi ini merupakan refleksi hubungan antara alam, manusia, dan Sang Pencipta,” ujarnya. “Dalam keyakinan masyarakat Jawa, wiwitan juga sering dikaitkan dengan Dewi Sri sebagai simbol kesuburan dan sumber kehidupan.”

Rizal menjelaskan, pelaksanaan tradisi wiwitan biasanya diawali dengan doa, kemudian dilanjutkan dengan memetik beberapa tangkai padi. Prosesi tersebut disertai penyajian makanan tradisional atau sesaji yang dibawa oleh warga.

Melalui tradisi ini, terdapat nilai penting dalam menjaga ketahanan pangan lokal. Masyarakat diajarkan untuk menghargai proses bertani, menjaga alam, serta tidak berlebihan dalam pemanfaatan sumber daya.

“Idealnya lahan setelah panen perlu diberi jeda, tidak langsung ditanami kembali,” kata Rizal. “Dalam istilah Jawa disebut ‘dibero’ atau ‘dilerenke’, artinya diistirahatkan, termasuk menghindari penggunaan bahan kimia secara berlebihan.”

Ia menegaskan, meskipun zaman terus berkembang, tradisi wiwitan tetap relevan untuk dilestarikan. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada aspek teknis dan ekonomi.

Selain itu, wiwitan juga menjadi identitas budaya yang menjunjung nilai etika dan kebersamaan. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan yang berkelanjutan, baik saat ini maupun di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....