Ater-Ater, Tradisi Jawa Pelihara Kebersamaan Sosial
- 04 Apr 2026 11:37 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin: Tradisi Jawa ater-ater menjadi topik utama dalam program Ragam Budaya Sambung Roso di RRI Banjarmasin, Rabu, 1 April 2026. Trining Puji Astutik, S.Si., S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa ater-ater adalah tradisi mengantar makanan kepada tetangga, keluarga, maupun orang yang dituakan, khususnya menjelang bulan suci Ramadan atau Hari Raya Idulfitri.
Tradisi ini merupakan warisan budaya yang sarat makna dan nilai sosial, sekaligus tetap relevan di tengah perkembangan zaman yang serba modern. Lebih dari sekadar berbagi makanan, tapi menjadi simbol penghormatan dan kepedulian sosial.
“Ater-ater bukan hanya soal makanan, tetapi tentang menjaga hubungan antar manusia,” ujarnya. “Di dalamnya terkandung nilai saling menghormati dan mempererat silaturahmi.”
Ia menambahkan, setiap makanan yang dibawa memiliki makna filosofis, seperti nasi putih yang melambangkan kesucian hati, lauk-pauk sebagai simbol rasa syukur, hingga apem yang mencerminkan permohonan maaf.
“Saya baru saja pulang mudik dari Sidoarjo, alhamdulillah bisa merasakan tradisi ater-ater yang masih dijalankan oleh masyarakat di tempat tinggal ibu saya,” ujarnya.
Di tengah gaya hidup modern yang cenderung individualis, tradisi ini menjadi pengingat pentingnya kebersamaan. Oleh karena itu, upaya melestarikan ater-ater menjadi tanggung jawab bersama, terutama bagi generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....