Potensi Mitologi Banjar untuk Industri Kreatif
- 26 Mar 2026 15:04 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Mitologi Banjar tidak hanya cerita turun-temurun, tetapi bagian dari identitas budaya daerah.
- Mitologi dapat diwujudkan dalam berbagai produk kreatif seperti film, buku, musik, dan fesyen.
- Generasi muda didorong lebih kreatif memanfaatkan budaya lokal sebagai karya bernilai ekonomi.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Mitologi dalam budaya tidak sekadar cerita turun-temurun, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas suatu daerah. Dalam budaya Banjar di Kalimantan Selatan, mitologi memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam sektor ekonomi kreatif.
Hal tersebut disampaikan pengamat budaya Banjar, Noorhalis Majid, dalam acara Pesona Budaya Borneo di RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 25 Maret 2026. Ia menilai keberadaan cerita rakyat, makhluk mitologi, hingga kisah tokoh legendaris dapat menjadi sumber inspirasi bagi berbagai karya kreatif.
Menurutnya, kekuatan industri kreatif tidak hanya terletak pada aspek visual, tetapi juga pada cerita yang melatarbelakanginya. Ia mencontohkan kain sasirangan yang awalnya digunakan sebagai sarana pengobatan, kini berkembang dengan beragam motif dan menjadi inspirasi dalam dunia kreatif.
“Mitologi bisa menjadi sumber yang diperkenalkan kepada generasi sekarang melalui ekonomi kreatif,” ujarnya. “Bisa diwujudkan dalam bentuk buku, film, sinopsis, dan lainnya.”
Ia menjelaskan, mitologi Banjar seperti kisah Saranjana, Kuyang, Hantu Banyu, hingga Hantu Api, termasuk simbol dalam motif sasirangan dan anyaman, mulai dilirik sebagai potensi ekonomi kreatif. Potensi tersebut dinilai mampu membuka peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Noorhalis menegaskan, kearifan lokal tersebut tidak hanya berisi cerita mistis, tetapi juga mengandung nilai sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat diangkat menjadi karya seni yang bernilai sekaligus edukatif bagi masyarakat.
“Berbagai mitologi itu jangan hanya menjadi cerita yang hidup di tengah Masyarakat, katanya. “Bagi generasi muda kreatif, hal itu bisa dikembangkan menjadi produk seperti film, lagu, fesyen, buku, dan lainnya.”
Ia berharap generasi muda mampu memanfaatkan potensi budaya tersebut secara kreatif agar memberikan manfaat yang lebih luas. Dengan pengembangan yang tepat, nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah.
“Semakin kreatif anak muda, maka potensi yang hidup di masyarakat bisa berdaya guna, bermanfaat, dan dipahami banyak orang,” ucap Noorhalis Majid.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....