Inovasi Lapas Narkotika Karang Intan, Satukan Rindu Warga Binaan
- 24 Mar 2026 11:30 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjar - Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, ada kisah-kisah rindu yang lama terpendam. Melalui inovasi bertajuk “Jembatan Hati Warga Binaan dan Keluarga”, Lapas Karang Intan berupaya menghadirkan kembali hangatnya pelukan keluarga yang sempat terpisah oleh keadaan.
Program ini bukan sekadar mempertemukan secara fisik, tetapi menjadi ruang untuk menyambung kembali ikatan batin yang lama terputus. Banyak warga binaan yang selama ini terhalang untuk bertemu keluarga karena keterbatasan ekonomi, jarak yang jauh, hingga konflik yang belum terselesaikan.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa “Jembatan Hati” lahir dari kepedulian terhadap sisi kemanusiaan warga binaan. “Program ini bukan hanya tentang pertemuan, tetapi tentang memulihkan hubungan, mengobati rindu, dan menumbuhkan harapan baru. Kami ingin menghadirkan pemasyarakatan yang lebih manusiawi, sejalan dengan upaya menuju WBBM 2026,” ujarnya. Senin 22 Maret
Upaya ini tidak berjalan sendiri. Lapas Karang Intan menggandeng berbagai pihak, seperti Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Pemerintah Kabupaten Banjar, hingga Pengadilan Negeri setempat. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menelusuri keberadaan keluarga warga binaan yang selama ini terpisah.
Dinas Sosial pun menyambut baik langkah tersebut. Kasi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Napza, Rohana, mengungkapkan rasa apresiasinya. “Kami terharu bisa ikut membantu mempertemukan mereka dengan keluarganya. Ini bukan hanya tugas, tetapi panggilan kemanusiaan,” katanya.
Pada pelaksanaan perdana, suasana haru begitu terasa. Tangis pecah saat keluarga dan warga binaan akhirnya saling berhadapan. Pelukan hangat yang terjalin menjadi bukti bahwa kasih sayang tak pernah benar-benar hilang, hanya tertunda oleh keadaan. Ryan Afryan, salah satu keluarga warga binaan, mengaku momen tersebut tak akan pernah ia lupakan.
“Ini seperti mimpi. Kami akhirnya bisa bertemu kembali. Terima kasih kepada Lapas Karang Intan yang telah menjembatani kami,” ucapnya.
Melalui “Jembatan Hati”, Lapas Narkotika Karang Intan ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan hanya soal menjalani masa hukuman. Tetapi juga tentang memulihkan hubungan, menguatkan harapan, dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik bagi warga binaan dan keluarganya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....