Halal Thayyib Jadi Pedoman Konsumsi Makanan Hari Fitri
- 24 Mar 2026 08:17 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Konsep halal dan thayyib tidak bisa dipisahkan dalam konsumsi makanan umat Islam. Halal itu berkaitan dengan cara memperoleh dan mengolahnya sesuai syariat, sedangkan thayyib berarti baik, bersih, dan menyehatkan.
"Makanan yang halal belum tentu thayyib bagi setiap orang, karena kondisi kesehatan tiap individu berbeda, seperti penderita kolesterol atau hipertensi yang harus lebih selektif," kata Amelia Rahmaniah, dosen Fakultas Syariah UIN Antasari, dalam Ragam Budaya “Ruhui Barakatan” Pro 4 RRI Banjarmasin, Sabtu 21 Maret 2026.
Dalam siaran spesial di Hari Raya Idul Fitri 1447 H ini mengangkat tema konsumsi makanan halal dan thayyib. Amelia Rahmaniah hadir didampingi dua mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, Nur Nazwa Pratiwi dan Muhammad Ikhlas.
Muhammad Ikhlas menjelaskan bahwa dalam Islam terdapat kategori makanan haram. Haram karena zatnya maupun haram karena prosesnya.
“Kita perlu memahami mana yang haram sejak awal, serta memperhatikan cara memperoleh dan pengolahannya agar tetap halal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat juga perlu menjadi konsumen cerdas. Misalnya dengan memastikan kejelasan sertifikasi halal pada produk yang dikonsumsi.
Sementara Nur Azwa Pratiwi mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan. Ajaran Islam menganjurkan keseimbangan dalam makan.
“Dalam hadis disebutkan, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara,” ucapnya.
Untuk itu diharapkan momen Idul Fitri dijadikan sebagai kesempatan kembali ke pola hidup yang lebih baik, dengan tetap memperhatikan konsumsi makanan halal dan thayyib. agar kebahagiaan Lebaran tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi juga membawa keberkahan dan kesehatan bagi diri serta keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....