Makna Peribahasa Banjar “Kada Banyak Bunyi”

  • 15 Mar 2026 10:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Peribahasa Banjar “Kada Banyak Bunyi” tidak sekadar ungkapan budaya, tetapi juga mengandung pesan moral yang relevan dengan kehidupan modern. Hal ini menjadi pembahasan dalam program Ragam Budaya Ruhui Barakatan di RRI Pro 4 Banjarmasin, Sabtu, 14 Maret 2026.

Dosen Fakultas Syariah UIN Antasari, Nurul Azkia, M.H., menjelaskan bahwa peribahasa tersebut secara sederhana berarti tidak banyak bicara. Namun secara filosofis, ungkapan ini mengajarkan agar seseorang tidak berlebihan dalam berbicara, tidak membanggakan diri, serta lebih mengutamakan tindakan daripada sekadar ucapan.

“Dalam budaya Banjar, sikap rendah hati dan tidak menonjolkan diri sangat dijunjung tinggi,” ujarnya. Ia menambahkan, nilai tersebut menjadi pengingat agar seseorang lebih fokus pada kerja nyata daripada sekadar berbicara.

Sementara itu, Abdullah, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, mengatakan bahwa nilai dalam peribahasa tersebut sejalan dengan ajaran Islam. Menurutnya, menjaga lisan merupakan bagian penting dari akhlak seorang Muslim.

Ia mengutip hadis Rasulullah saw. yang menyebutkan bahwa siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata baik atau diam. Pesan tersebut selaras dengan filosofi “kada banyak bunyi”, yakni berbicara hanya ketika membawa manfaat.

Narasumber lainnya, Muliana, mahasiswi Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), menyoroti fenomena masa kini seperti kebiasaan pamer atau flexing di media sosial. Kearifan lokal seperti peribahasa Banjar dapat menjadi pedoman moral agar masyarakat tetap menjaga kesederhanaan, kerendahan hati, serta bijak dalam berkata dan bertindak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....