Orang Banjar dan Budaya Buka Puasa Bersama

  • 24 Feb 2026 21:59 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tradisi buka puasa bersama atau bukber menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Banjar selama bulan Ramadan. Tidak hanya sebagai momen menikmati hidangan berbuka, kebiasaan ini juga mencerminkan nilai kebersamaan, sedekah, serta penguatan hubungan sosial yang telah hidup turun-temurun di tengah masyarakat.

Hal tersebut dibahas dalam program Ragam Budaya PRo4 RRI Banjarmasin, bersama Ruhui Barakatan, Sabtu 21 Februari 2026, yang menghadirkan Dosen Fakultas Syariah UIN Antasari, M. Rahmano Abduh, S.E., M.H., yang mengangkat tema “Orang Banjar dan Budaya Buka Puasa Bersama”.

Dalam pemaparannya M. Rahmano Abduh menjelaskan bahwa tradisi berbuka bersama memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam, terutama melalui anjuran memberi makan kepada orang yang berpuasa. Menurutnya, praktik tersebut bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari muamalah yang mengandung nilai ibadah, sedekah, dan silaturahmi.

"Tradisi lokal seperti mambuka akan bahkan menunjukkan bagaimana ajaran Islam berakulturasi dengan budaya Banjar secara harmonis," ucapnya.

dijelaskannya bahwa di wilayah pedesaan, tradisi mambukaakan masih dijalankan dengan mengundang tetangga untuk berbuka puasa bersama yang diawali pembacaan Yasin, tahlil, dan doa bagi keluarga yang telah wafat. Hidangan kemudian disajikan melalui tradisi basasurung, yakni saling menyurungkan makanan secara estafet hingga seluruh tamu mendapatkan bagian.

"Suasana kebersamaan yang hangat memperlihatkan kuatnya nilai gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat Banjar,"ucapnya, menjelaskan,

Sementara itu, di kawasan perkotaan seperti Banjarmasin, dikatakannya bahwa budaya berbuka puasa berkembang dalam bentuk berbagi takjil di jalanan serta kegiatan buka bersama di masjid, kafe, maupun ruang publik.

sementara Mahasiswi Fakultas Syariah UIN Antasari, Sa’adah dan Indriana Mufharichah, yang turut hadir dalam acara Ruhui Barakatan menilai bahwa bukber di kalangan generasi muda tetap menjadi sarana mempererat silaturahmi, meski menghadapi tantangan baru seperti pengaruh media sosial dan kecenderungan menjadikannya ajang simbolik.

Tradisi buka puasa bersama ala orang Banjar bukan sekadar kebiasaan musiman, melainkan warisan budaya yang mengandung nilai spiritual dan sosial sekaligus. Baik dalam suasana sederhana di desa maupun di ruang publik perkotaan, esensi buka bersama tetap sama, yakni memperkuat hubungan antarsesama serta meningkatkan kesadaran ibadah selama bulan suci Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....