Artefak Museum Kayuh Baimbai Kalimantan Selatan
- 23 Feb 2026 20:29 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Museum Kayuh Baimbai yang berlokasi di Teluk Kelayan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, memiliki peran penting dalam menyimpan peninggalan-peninggalan sejarah kehidupan masyarakat Banjar. Hal ini disampaikan oleh perwakilan Komunitas Palalah, yaitu Erwin dan Arif, dalam program Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 21 Februari 2026.
Arif menjelaskan, Museum Kayuh Baimbai berfokus dalam menyimpan peninggalan-peninggalan yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat sungai. Hal ini terlihat dari adanya objek dengan ukuran besar berbentuk perahu atau jukung di depan museum tersebut.
Sementara Erwin menambahkan bahwa salah satu artefak menarik yang ada di museum tersebut adalah dayung. Menariknya, dayung tersebut memiliki ukiran khas yang masih terlihat jelas.
"Dayung itu sekarang sedang diajukan jadi cagar budaya. Yang ulun lihat, ukirannya itu ada kembang-kembang, kemudian ada gambar manusia juga," ujar Erwin
Artefak lainnya yaitu senjata-senjata seperti keris, parang, tombak, juga batu penggiling, dan lesung. Menurut Erwin, penemuan benda-benda ini, selain peninggalan turun-temurun, biasanya terjadi secara tidak sengaja oleh warga atau pekerja bangunan di tengah proyek konstruksi.
Arif menambahkan, fenomena penemuan tersebut sangat menarik karena ditemukan tanpa sengaja. Padahal, kalau dilakukan pencarian dengan benar, akan banyak benda-benda bersejarah yang didapatkan.
"Contohnya lagi, ditemukan jangkar yang lumayan besar. Kalau jangkar yang besar seperti itu aja bisa didapatkan, pasti barang lain juga ada, tapi belum ada pencarian yang serius." ujar Arif singkat.
Jangkar tersebut ditemukan di Sungai Martapura saat ada pengerjaan proyek pada tahun 2025 lalu. Keduanya berharap penelitian benda bersejarah semakin intensif dan fasilitas museum di Kalimantan Selatan terus bertambah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....