Imlek dan Ramadan Beriringan, Momentum Harmoni Keberagaman

  • 23 Feb 2026 07:28 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kalimantan Selatan dimaknai bukan sekadar agenda seremonial. Tetapi juga momentum strategis memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman yang kian dinamis.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Miftahul Chair, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi. Terlebih karena perayaan Imlek tahun ini beriringan dengan bulan suci Ramadan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh masyarakat Tionghoa di Banua," katanya.

Isu utama yang disorot dalam momentum ini adalah penguatan toleransi lintas agama dan budaya. Pemerintah Provinsi Kalsel menilai keberagaman bukan sekadar fakta sosial, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama.

"Semoga membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi kita semua,” ujar Miftahul Chair saat menghadiri perayaan yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu 22 Februari.

Menurut Chair, beriringannya Imlek dan Ramadan menjadi simbol nyata kehidupan beragama yang saling menghormati di Kalimantan Selatan. Dua perayaan besar tersebut berlangsung dalam suasana aman dan damai, mencerminkan kedewasaan masyarakat Banua dalam menjaga kerukunan.

Pemprov Kalsel juga mengapresiasi kontribusi PSMTI yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Peran organisasi tersebut dinilai memperkuat kohesi sosial serta mendukung pembangunan daerah secara inklusif.

"Pemerintah daerah berharap semangat Imlek dapat memperkuat solidaritas, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempertegas komitmen bersama membangun Kalimantan Selatan yang rukun, harmonis, dan sejahtera," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....