Qur’an Menghidupi Budaya dan Identitas Urang Banjar

  • 22 Feb 2026 08:01 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin: Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci bagi urang Banjar, tetapi telah menjadi denyut kehidupan yang menyatu dalam budaya dan identitas sosial. Hal itu mengemuka dalam dialog Panderan Baisukan Pro4 RRI Banjarmasin, Jumat 20 Februari 2026.

Dalam dialog yang mengangkat tema Qur’an di Tengah Urang Banjar: Dari Langgar Sampai Kehidupan Sehari-hari, menghadirkan Prof. Dr.Muhammad Zainal Abidin. M.Ag Dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari serta M. Randy Alkahfi Mahasiswa Prodi Psikologi Islam.

Prof. Zainal Abidin menjelaskan, Ramadhan disebut sebagai Syahrul Qur’an karena pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan, sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Baqarah ayat 185. Menurutnya, kemuliaan Ramadhan tidak bisa dilepaskan dari kemuliaan Al-Qur’an.

“Di bulan ini, umat Islam tidak hanya berpuasa secara fisik, tetapi juga dididik secara ruhani melalui interaksi yang lebih intens dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Kedekatan tersebut, lanjutnya, sangat terasa dalam kehidupan urang Banjar. Sejak usia dini, anak-anak diperkenalkan dengan Al-Qur’an melalui berbagai metode pembelajaran. Tradisi batamat, satumbang hintalu, hingga ba duduk menjadi bukti bahwa keberhasilan membaca Al-Qur’an dirayakan sebagai kebanggaan sosial dan spiritual. Bahkan, penghormatan terhadap mushaf Al-Qur’an begitu tinggi dalam budaya Banjar.

Sementara itu, M. Randy Alkahfi menambahkan, dari perspektif Psikologi Islam, membaca dan menghafal Al-Qur’an memiliki dampak signifikan terhadap ketenangan jiwa dan pembentukan karakter.

“Tadarus di langgar bukan hanya aktivitas ibadah, tetapi juga membangun kedekatan emosional dan solidaritas sosial,” jelasnya.

Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya hadir sebagai teks suci, melainkan hidup dalam praktik keseharian masyarakat Banjar. Dari langgar kecil di kampung hingga ruang akademik, Al-Qur’an terus membimbing, menenangkan, dan membentuk karakter generasi Banjar di tengah arus modernisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....