Peribahasa Banjar: Rugi di Acan, Untung di Asam

  • 21 Feb 2026 08:42 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Peribahasa Banjar “Rugi di Acan, Untung di Asam” menjadi topik dalam acara Bacangkurah di RRI Pro 4 Banjarmasin, Jumat, 20 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Noorhalis Majid mengupas makna strategis di balik ungkapan yang sarat kearifan lokal itu.

Menurut Noorhalis, terdapat beberapa versi yang berkembang di masyarakat, seperti “rugi di asam bahujung di bawang” maupun “rugi di acan untung di asam”. Meski berbeda redaksi, maknanya tetap serupa, yakni strategi dalam berdagang sekaligus seni menjalani kehidupan.

“Seorang pedagang kerap menjual satu jenis barang dengan harga murah untuk menarik pembeli, sementara keuntungan diperoleh dari komoditas lain,” ujarnya. “Kerugian di satu sisi dapat ditutup pada sisi berbeda.”

Ia menambahkan, strategi tersebut bukan sekadar persoalan harga, melainkan bagian dari politik dagang yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Banjar. Kemampuan negosiasi yang kuat membuat orang Banjar dikenal sebagai pedagang tangguh.

Keberanian merantau dan menguasai pasar di berbagai daerah menjadi bukti kepiawaian tersebut. Lebih jauh, Noorhalis menegaskan bahwa peribahasa ini telah berkembang menjadi filosofi hidup.

Ungkapan itu tidak hanya berbicara tentang transaksi jual beli, tetapi juga tentang kecakapan bernegosiasi, bertenggang rasa, serta bersikap luwes. Nilai tersebut dinilai relevan dalam berbagai aspek kehidupan sosial.

“Hidup itu harus kurang lebih, jangan kaku,” kata Noorhalis. “Kadang perlu mengalah satu langkah untuk meraih dua atau tiga langkah berikutnya.”

Dalam kehidupan yang sarat kepentingan, kemampuan tawar-menawar menjadi kunci untuk bertahan. Banyak persoalan, termasuk dalam ranah politik dan sosial, pada akhirnya diselesaikan melalui proses negosiasi.

Noorhalis menilai leluhur Banjar telah merumuskan prinsip tersebut jauh sebelum konsep modern diperkenalkan para pakar. Peribahasa ini mengajarkan agar manusia cermat membaca situasi dan tidak semata-mata mengejar kemenangan sesaat.

“Biarlah rugi di acan, asal bahujung di asam,” ucapnya. “Artinya, jangan kaku, pandai-pandailah membaca keadaan agar pada akhirnya tetap memperoleh kebaikan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....