Peribahasa Banjar “Kaya Cina Kehilangan Dacing”
- 15 Feb 2026 16:04 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin : Paribasa “kaya Cina kahilangan dacing” kerap digunakan masyarakat Banjar untuk menggambarkan seseorang yang panik, kipuh, atau kehilangan kendali saat menghadapi persoalan. Namun di balik kalimat sederhana itu, tersimpan sejarah panjang interaksi budaya dan perdagangan antara orang Banjar dan komunitas Tionghoa di tanah Banjar.
Ungkapan tersebut menjadi pembahasan menarik dalam program Ragam Budaya, Bacangkurah Pro4 RRI Banjarmasin pada Jumat, 13 Februari 2026. dalam acara ini hadir budayawan Banjar, Noorhalis Majid dan arif Rahman Hakim.
Dalam paparannya, Noorhalis Majid menjelaskan kehadiran komunitas Tionghoa di Kalimantan Selatan telah berlangsung ratusan tahun.Jejaknya dapat dilihat dari kawasan Pacinan Banjarmasin yang hingga kini menjadi bagian penting sejarah Kota Banjarmasin.
"Interaksi dagang yang intens membentuk hubungan sosial yang kuat, bahkan memengaruhi cara pandang dan ungkapan budaya masyarakat Banjar," ucapnya.
Sementara itu, Syarif mengatakan dalam konteks perdagangan tradisional, dacing atau alat timbang memiliki peran vital. Bagi pedagang, terutama yang dikenal disiplin dan fokus, dacing bukan sekadar alat, melainkan simbol kejujuran dan keberlangsungan usaha.
“Kehilangan dacing berarti terganggunya aktivitas dagang. Dari pengamatan itulah lahir perumpamaan tentang kepanikan pedagang yang kehilangan alat timbangnya,”jelasnya.
Meski menyebut identitas etnis tertentu, Noorhalis menegaskan bahwa paribasa tersebut tidak dimaksudkan sebagai ungkapan bernada rasis. Sebaliknya, ia lahir dari pengamatan sekaligus apresiasi terhadap etos kerja pedagang Tionghoa yang dikenal ulet, disiplin, dan menjaga kepercayaan. Kepanikan dalam ungkapan itu justru menandakan betapa pentingnya prinsip kejujuran dalam berdagang.
Mengakhiri perbincangan Noorhalismenyampaikan bahwa paribasa merupakan cermin refleksi sosial. Ungkapan “kaya Cina kahilangan dacing” mengandung pesan moral agar setiap orang mampu mengendalikan emosi dan tidak mudah panik dalam menghadapi persoalan. Sebab kepanikan yang tak terkendali bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat berdampak pada orang lain di sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....