Saham Syariah: Investasi Dengan Prinsif-Prinsip Syariah Islam
- 09 Jun 2024 04:56 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Saham syariah adalah instrumen investasi berbentuk saham yang diperdagangkan di pasar modal syariah dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah Islam.
Saham ini diterbitkan oleh perusahaan yang kegiatan usahanya sesuai dengan syariah, seperti yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Haris Faulidi Asnawi, Lc, M.Si Akademisi dari UIN Antasari Banjarmasin menjelaskan, ada dua kategori saham syariah di pasar modal syariah Indonesia, yaitu saham yang dicatatkan sebagai saham syariah oleh emiten atau perusahaan publik syariah dan saham yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham syariah, dalam acara Mozaik Indonesia di RRI Pro1 Banjarmasin.
"Saham-saham yang memenuhi kriteria tersebut setelah melalui proses screening akan dimasukkan dalam Daftar Efek Syariah (DES). DES diterbitkan oleh OJK baik secara periodik maupun insidental," ujarnya.
Indeks saham syariah dirancang untuk memudahkan investor dalam mencari acuan investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.
"Saham syariah menawarkan potensi pertumbuhan modal yang tinggi dan merupakan pilihan yang menguntungkan bagi investor yang ingin mematuhi prinsip-prinsip keuangan Islam," katanya.
Investasi saham syariah juga memiliki potensi risiko yang tinggi, capital loss (investor menjual saham lebih rendah dari harga beli, risiko likuidasi (perusahaan dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan atau dibubarkan), delisting dari Bursa (penghapusan pencatatan saham dari Bursa), dan delisting dari DES (saham keluar dari Daftar Efek Syariah).
Keuntungan yang bisa peroleh dari investasi saham syariah adalah berupa dividen (pembagian keuntungan yang berasal dari keuntungan perusahaan), dan capital gain (selisih antara harga beli dan harga jual).
"Setiap jenis investasi memiliki karakteristik, risiko, dan potensi keuntungan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kita perlu memahaminya sebelum memutuskan untuk berinvestasi, ujarnya.
Dengan memiliki pemahaman yang kuat, kita dapat membuat keputusan investasi yang bijak. Demikian juga ketika memutuskan untuk berinvestasi saham syariah, ujarnya mengakhiri obrolan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....