Karhutla Guntung Damar Belum Padam, Kalsel Siapkan Penanganan Lanjutan

  • 18 Sep 2026 08:46 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan masih menjadi ancaman dengan sejumlah titik api belum padam sepenuhnya.
  • Lahan gambut Guntung Damar di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, masih terbakar di bagian dalam menurut laporan Gubernur H. Muhidin.
  • Kabut asap dari kebakaran masih berdampak pada sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan dan menjadi fokus pembahasan rapat koordinasi Satgas Karhutla dan Kekeringan.
  • Rapat koordinasi Satgas Karhutla dan Kekeringan Kalsel diselenggarakan pada Kamis, 17 September 2026, di Gedung Idham Chalid untuk membahas penanganan kebakaran.
Video

RRI.CO.ID, Banjarbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan masih menjadi ancaman karena sejumlah titik belum padam sepenuhnya. Kabut asap juga masih berdampak pada sejumlah wilayah di Kalsel.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi Satgas Karhutla dan Kekeringan Kalsel di Gedung Idham Chalid, Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Kamis, 17 September 2026. Gubernur Kalsel H. Muhidin mengatakan lahan gambut Guntung Damar, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, masih terbakar di bagian dalam.

Menurut Muhidin, berbagai upaya pembasahan telah dilakukan, namun belum memberikan hasil maksimal. Karena itu, diperlukan penanganan lebih besar untuk memastikan api di dalam lahan gambut benar-benar padam.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan pihaknya menyiapkan penggunaan cairan surfaktan untuk membantu pemadaman di lahan gambut. Cairan tersebut akan disuntikkan ke dalam gambut agar proses pemadaman lebih efektif dan kini telah dapat diperbanyak untuk digunakan unsur terkait.

Selain penanganan karhutla, rapat juga membahas kondisi kekeringan yang mulai memengaruhi ketersediaan air. Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Forkopimda berencana meninjau Waduk Riam Kanan untuk memastikan ketersediaan dan keberlangsungan aliran air selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....