Lahan Gambut Rusak, Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla Pengayuan

  • 14 Sep 2026 08:31 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Lahan gambut di Guntung Damar dan Pengayuan, Banjarbaru, mengalami kerusakan parah dengan sistem hidrologis yang tidak mampu menahan air.
  • Pembasahan selama 20 hari tidak efektif karena air hasil pembasahan langsung mengalir ke sungai sehingga kelembapan gambut tidak bertahan lama.
  • Kerusakan parah pada lahan gambut meningkatkan risiko munculnya kembali bara dan titik api di kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Video

RRI.CO.ID, Banjarbaru – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyebut kondisi lahan gambut di Guntung Damar dan Pengayuan, Banjarbaru, mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut terlihat dari sistem hidrologis gambut yang tidak mampu menahan air meski pembasahan telah dilakukan selama 20 hari di kawasan Guntung Damar.

Menurut Hanif, air hasil pembasahan kembali mengalir ke sungai sehingga kelembapan gambut tidak dapat bertahan lama. Kondisi itu meningkatkan risiko munculnya kembali bara dan titik api di kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemerintah kini memaksimalkan penggunaan cairan surfaktan untuk mempercepat proses pendinginan lahan gambut dan mencegah bara kembali menyala. Penggunaan surfaktan menjadi salah satu langkah dalam penanganan karhutla di kawasan Pengayuan.

Luas lahan yang terdampak karhutla di Pengayuan, Banjarbaru, mencapai sekitar 1.500 hektare. Selain pemadaman, pemerintah menyiapkan sekat kanal, pintu air, dan sumur bor untuk menjaga kelembapan gambut serta mencegah kebakaran berulang.

Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat pengelolaan tata air di kawasan gambut yang terdampak. Pemerintah bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan untuk menekan risiko karhutla kembali terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....