OMC Turunkan Hotspot Karhutla Balangan Menjadi Tiga Titik
- 13 Sep 2026 12:38 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap pertama di Kabupaten Balangan dimulai sejak 5 September 2026 dan telah menunjukkan hasil signifikan dalam menekan kebakaran hutan dan lahan.
- Jumlah titik panas (hotspot) di Balangan menurun drastis hingga tinggal tiga titik per 10 September 2026, sebagai hasil langsung dari hujan yang dihasilkan operasi modifikasi cuaca.
- Operasi OMC mendapatkan dukungan penuh dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dalam upaya penanggulangan karhutla di daerah.
Video
RRI.CO.ID, Balangan – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai menunjukkan hasil dalam menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Balangan. Hujan yang turun setelah pelaksanaan OMC tahap pertama sejak 5 September 2026 membuat jumlah titik panas (hotspot) menurun signifikan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, Rahmi, mengatakan dampak hujan hasil modifikasi cuaca terlihat dari penurunan grafik hotspot. Hingga Kamis, 10 September 2026, jumlah hotspot di Balangan tercatat tersisa tiga titik melalui operasi yang didukung BNPB dan BMKG.
Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI Purnawirawan Herman Hidayat, mengatakan tingkat keberhasilan penyemaian awan dalam pelaksanaan OMC di Kalimantan Selatan telah mencapai lebih dari 80 persen. Menurutnya, capaian tersebut didukung strategi intervensi cuaca yang terukur dan disesuaikan dengan kondisi atmosfer di wilayah sasaran.
Meski jumlah hotspot menurun, penanganan karhutla di Balangan tetap menjadi perhatian serius. Data BPBD Kalsel hingga Jumat, 11 September 2026, mencatat 87 kejadian karhutla di Balangan dengan luas lahan terdampak mencapai 445,76 hektare.
Pemerintah bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan di wilayah yang masih berpotensi terjadi karhutla. Pelaksanaan OMC diharapkan dapat meningkatkan curah hujan dan menjaga kondisi lahan tetap basah sehingga risiko kebakaran dapat terus ditekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....