Titik Api Baru Muncul, Polda Kalsel Fokus Tangani Karhutla Dekat Bandara

  • 10 Sep 2026 09:23 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Polda Kalsel bersama TNI, BPBD, dan Satgas Karhutla memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Jalan Baru menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.
  • Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan tim menggunakan drone thermal untuk mendeteksi titik panas yang tidak terlihat dengan mata telanjang dan melakukan pemadaman dengan air dicampur cairan surfaktan.
  • Metode penanganan karhutla mencakup injeksi cairan ke dalam lahan gambut untuk memastikan api padam secara menyeluruh dan mencegah titik api menyala kembali.
Video

RRI.CO.ID, Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan bersama TNI, BPBD, dan unsur terkait dalam Satgas Karhutla memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Baru menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru. Kawasan tersebut menjadi prioritas karena kembali ditemukan sejumlah titik api yang berada dekat jalur penerbangan dan jalan umum.

Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, tim memaksimalkan penggunaan drone thermal untuk mendeteksi titik panas yang tidak terlihat secara kasatmata. Setelah titik panas teridentifikasi, pemadaman dilakukan menggunakan air yang dicampur cairan surfaktan, termasuk melalui metode injeksi ke dalam lahan gambut.

Inovasi pemadaman yang dikembangkan Polda Kalsel juga mulai diterapkan oleh jajaran kepolisian di wilayah lainnya. Salah satunya di wilayah Barito Kuala yang memiliki cukup banyak kawasan lahan gambut.

Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati mengatakan kondisi lahan gambut menjadi salah satu perhatian dalam penanganan karhutla di wilayahnya. Penerapan teknologi dan metode pemadaman tersebut diharapkan dapat membantu petugas menangani titik api yang berada di bawah permukaan lahan.

Saat ini, fokus penanganan karhutla masih diarahkan di sekitar kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor. Selain merupakan wilayah vital, kawasan tersebut memiliki hamparan lahan gambut yang cukup luas sehingga membutuhkan penanganan dan pemantauan secara intensif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....