Intrusi Air Laut, Air PAM Banjarmasin Terasa Payau hingga Asin
- 09 Sep 2026 10:16 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kemarau panjang dan intrusi air laut menyebabkan distribusi air kepada masyarakat Banjarmasin menjadi payau hingga asin.
- Kadar garam pada intake Sungai Bilu mencapai 5.672 miligram per liter pada pukul 07.00 Wita, jauh melampaui batas aman 300 miligram per liter.
- PT PAM Bandarmasih mencatat penurunan kadar garam menjadi 588 miligram per liter pada pukul 22.00 Wita, namun masih menunjukkan kondisi yang tidak aman untuk konsumsi.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Dampak kemarau panjang dan tingginya intrusi air laut masih dirasakan di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi air kepada masyarakat mulai terasa payau hingga asin.
Kadar garam pada intake Sungai Bilu yang masih tinggi membuat distribusi air di sejumlah wilayah mengalami penurunan. Data PT PAM Bandarmasih per 6 September 2026 mencatat kadar garam mencapai 5.672 miligram per liter pada pukul 07.00 Wita dan turun menjadi 588 miligram per liter pada pukul 22.00 Wita, namun masih di atas batas aman 300 miligram per liter.
Kondisi kadar garam yang tinggi mulai dikeluhkan masyarakat karena air yang diterima terasa payau hingga asin. Keluhan tersebut salah satunya dirasakan keluarga Budi Ansari dan Bastiah di kawasan Teluk Tiram, Banjarmasin Barat.
Direktur Utama PT PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan pihaknya telah menurunkan distribusi air untuk memastikan kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjaga. Langkah tersebut dilakukan sebagai penyesuaian terhadap kondisi sumber air baku yang terdampak intrusi air laut.
Sementara itu, PT PAM Bandarmasih kembali mengurangi distribusi air dari pengolahan Sungai Lulut pada Selasa. Kebijakan tersebut diambil setelah kadar garam pada sumber air baku di lokasi itu meningkat hingga mencapai 2.450 miligram per liter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....