ISPA Meningkat, CKG Siswa Banjarmasin Terus Digencarkan
- 08 Sep 2026 13:23 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ditingkatkan untuk siswa sekolah di Kalimantan Selatan sebagai respons terhadap meningkatnya paparan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.
- Program ini dirancang untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang rentan terjadi pada anak-anak akibat buruknya kualitas udara.
- Pelaksanaan CKG dilakukan secara intensif di tingkat sekolah sebagai bagian dari pemantauan kesehatan siswa yang berkelanjutan untuk menjaga kesejahteraan mereka di masa krisis lingkungan.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus digencarkan bagi siswa sekolah di tengah meningkatnya paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Program tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan anak sekaligus mendeteksi lebih dini gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Pelaksanaan CKG di tingkat sekolah dilakukan secara intensif sebagai bagian dari upaya pemantauan kesehatan siswa. Kondisi tersebut dinilai penting mengingat kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan memburuk akibat kabut asap karhutla.
Di SMPN 1 Banjarmasin, pelaksanaan CKG turut diarahkan untuk mendeteksi dini siswa yang mengalami indikasi ISPA. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN 1 Banjarmasin, Nurul Herliani, mengatakan program tersebut menjadi momentum penting untuk memantau kondisi kesehatan siswa di tengah kabut asap.
Salah seorang siswa, Keyla, mengatakan paparan kabut asap mulai berdampak terhadap kondisi kesehatan keluarganya. Ia bersama keluarga kini memperketat perlindungan diri dengan rutin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Kasus ISPA di Banjarmasin terus meningkat dan menjadi salah satu yang tertinggi di Kalimantan Selatan. Data Dinkes Banjarmasin mencatat 6.432 kasus pada Juni 2026 dan meningkat menjadi 6.841 kasus pada Juli atau bertambah 409 kasus dalam satu bulan, sementara data Agustus masih dalam proses rekapitulasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....