Kasus ISPA Melonjak di Kalsel, Dinkes Perkuat Layanan Kesehatan
- 05 Sep 2026 09:26 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Dinkes Kalsel mencatat sekitar 33 ribu kasus ISPA sejak awal Agustus 2026 di 13 kabupaten/kota.
- Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, sekitar 8.000 kasus per pekan.
- Dinkes Kalsel menyiagakan lima posko pelayanan kesehatan di sejumlah titik strategis.
- Selain ISPA, tercatat 4.045 kasus diare akut, 524 kasus pneumonia, dan 474 kasus suspek demam tifoid.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kabut asap dan cuaca ekstrem di Kalimantan Selatan memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta sejumlah penyakit penyerta. Dinas Kesehatan Kalsel merespons kondisi tersebut dengan menyiagakan posko pelayanan dan meningkatkan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat sekitar 33 ribu kasus ISPA terjadi sejak awal Agustus 2026 di 13 kabupaten dan kota. Lonjakan kasus tersebut terjadi di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kondisi cuaca yang ekstrem.
Kepala UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinkes Kalsel, Suriani Agreini Sagoba, mengatakan daerah dengan kasus tertinggi antara lain Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar. Jumlah kasus di wilayah tersebut bahkan mencapai sekitar 8.000 kasus dalam sepekan.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinkes Kalsel menyiagakan lima posko pelayanan kesehatan dengan menggandeng sejumlah instansi terkait di beberapa titik strategis. Posko disiapkan untuk memberikan pelayanan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampak kabut asap dan cuaca ekstrem.
Di sisi lain, dampak kabut asap mulai dirasakan langsung masyarakat, salah satunya Siti Bulqis yang mengaku udara pekat bercampur asap mulai memengaruhi kondisi kesehatannya. Selain ISPA, Dinkes Kalsel mencatat 4.045 kasus diare akut, 524 kasus pneumonia, dan 474 kasus suspek demam tifoid selama periode kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....