Hotspot Nihil, Kasus ISPA Banjarmasin Justru Terus Meningkat

  • 04 Sep 2026 12:31 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Peningkatan kasus ISPA terjadi bersamaan dengan kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
  • Kasus ISPA di Banjarmasin meningkat dari 6.432 kasus pada Juni 2026 menjadi 6.841 kasus pada Juli 2026, dengan penambahan 409 kasus dalam satu bulan.
  • Data ISPA sepanjang Agustus 2026 masih dalam proses rekapitulasi dan dijadwalkan selesai pada 5 September 2026.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Banjarmasin terus meningkat. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mencatat sebanyak 6.432 kasus pada Juni 2026, kemudian meningkat menjadi 6.841 kasus pada Juli atau bertambah 409 kasus dalam satu bulan.

Data ISPA sepanjang Agustus 2026 masih dalam proses rekapitulasi dan dijadwalkan selesai pada 5 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Kepala Dinkes Banjarmasin, Yanuar Diansyah, mengatakan kenaikan kasus ISPA tidak dapat langsung dikaitkan seluruhnya dengan paparan kabut asap akibat karhutla. Menurutnya, tingginya kasus juga dipengaruhi pola pelayanan kesehatan karena sejumlah puskesmas di Banjarmasin turut melayani masyarakat dari wilayah sekitar.

Sementara itu, BPBD Kota Banjarmasin menyatakan tidak menemukan titik panas atau hotspot di wilayahnya. Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin, mengatakan puluhan kejadian kebakaran lahan yang tercatat sejak memasuki puncak musim kemarau bukan merupakan sumber utama kabut asap yang dirasakan masyarakat.

Menurut Husni, total luasan lahan terbakar di Banjarmasin mencapai lebih dari 2.828 hektare dan sebagian besar dipicu kelalaian masyarakat, seperti pembakaran sampah yang tidak diawasi. Ia menyebut kabut asap yang menyelimuti Banjarmasin lebih dipengaruhi karhutla di wilayah sekitar sehingga masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....