Liang Anggang Dijaga 24 Jam, Dishut Kalsel Perketat Penanganan Karhutla

  • 03 Sep 2026 09:37 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan melakukan penjagaan 24 jam di Hutan Lindung Liang Anggang untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas.
  • Sekitar 150 personel dikerahkan setiap hari untuk melakukan pembasahan lahan gambut secara bergantian di sejumlah pos pemantauan.
  • Personel berasal dari berbagai instansi termasuk Dishut, DLH, Dinas PUPR, Manggala Agni, KPH Kayu Tangi, dan TNI Angkatan Laut dalam operasi koordinasi pencegahan karhutla.
Video

RRI.CO.ID, Banjarbaru – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas terus dilakukan di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru. Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan bersama sejumlah instansi dan relawan melakukan penjagaan selama 24 jam untuk memastikan titik yang masih mengeluarkan asap tidak kembali menjadi api.

Setiap hari, sekitar 150 personel dikerahkan untuk melakukan pembasahan lahan gambut secara bergantian di sejumlah pos. Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, mengatakan personel berasal dari Dishut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUPR, Manggala Agni, KPH Kayu Tangi, hingga TNI Angkatan Laut.

Dari sekitar 960 hektare kawasan yang dipantau, pembasahan difokuskan pada sejumlah lokasi yang masih mengeluarkan asap, seperti Penggalaman, Jalan Kurnia, Karya Manuntung, dan Makmur Jaya. Fathimatuzzahra menjelaskan, kepulan asap menjadi indikasi masih adanya bara di dalam lahan gambut yang dapat kembali menyala apabila tidak segera dibasahi.

Untuk mendukung pembasahan, Pemprov Kalsel menempatkan 50 pompa Dongfeng di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dan 50 pompa lainnya di Guntung Damar. Dishut Kalsel juga mendapat dukungan 12 unit Alkon serta tambahan pompa dari sejumlah perusahaan, termasuk 13 unit dari Adaro dan 10 unit dari Binuang Mitra Bersama.

Fathimatuzzahra berharap seluruh pompa dapat bekerja maksimal sehingga meringankan tugas personel di lapangan. Meski kepulan asap di sejumlah titik mulai berkurang setelah air masuk ke lahan gambut, pemantauan dan pembasahan tetap dilakukan karena ketersediaan air masih menjadi kendala, termasuk akibat perbaikan pipa berdiameter delapan inci yang sebelumnya mengganggu aliran air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....