Karhutla Kalsel, Anak Berkebutuhan Khusus Turut Terdampak
- 28 Agt 2026 14:06 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Anak berkebutuhan khusus merupakan kelompok rentan yang terdampak langsung oleh kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru.
- Paparan asap pekat dari karhutla dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi kesehatan anak yang memiliki penyakit bawaan atau gangguan kesehatan tertentu.
- Kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan, masih menjadi ancaman serius akibat kabut asap yang berkelanjutan dari kebakaran hutan dan lahan.
Video
RRI.CO.ID, Banjarbaru – Kelompok rentan, termasuk anak berkebutuhan khusus, turut terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut dinilai semakin berisiko bagi anak yang memiliki penyakit bawaan.
Kabut asap pekat akibat karhutla masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Paparan asap dikhawatirkan memperburuk kondisi kesehatan anak berkebutuhan khusus yang memiliki gangguan kesehatan tertentu.
Ketua Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (PIK POTADS) Kalsel, Sigit Bayuadhi, mengaku harus mengungsikan anaknya dari Banjarbaru ke Banjarmasin. Langkah tersebut dilakukan karena sang anak rentan terhadap paparan asap akibat penyakit bawaan yang dimilikinya.
Hal serupa dirasakan orang tua lainnya, Tika, yang mengungkapkan anaknya kini mengalami batuk dan sesak napas akibat kabut asap. Meski demikian, ia memilih tetap bertahan di Banjarbaru sambil memantau kondisi kesehatan anaknya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, hingga Kamis, 27 Agustus 2026, tercatat 2.062 kejadian karhutla. Luas lahan terdampak mencapai 10.043 hektare dengan sebaran hotspot sebanyak 13.726 titik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....