Penanganan Karhutla Banjarbaru Dikebut, Ketersediaan Air Jadi Perhatian

  • 25 Agt 2026 15:36 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Pemerintah mempercepat penanganan karhutla di Banjarbaru karena kekhawatiran berkurangnya ketersediaan air akibat kondisi El Nino.
  • Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menargetkan penanganan karhutla di Banjarbaru dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua pekan ke depan.
  • Kawasan lahan gambut menjadi fokus utama penanganan karena membutuhkan pasokan air yang cukup untuk proses pembasahan.
Video

RRI.CO.ID, Banjarbaru – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terus dipercepat pemerintah. Upaya tersebut dilakukan menyusul kekhawatiran berkurangnya ketersediaan air untuk mendukung proses pemadaman seiring kondisi El Nino.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan karhutla di Banjarbaru harus segera dituntaskan, terutama di kawasan lahan gambut yang membutuhkan pasokan air cukup untuk proses pembasahan. Hanif menargetkan karhutla di wilayah Banjarbaru dapat ditangani dalam waktu sekitar dua pekan ke depan.

Hal tersebut disampaikan Hanif seusai memimpin apel penanganan karhutla di Pengayuan, Landasan Ulin, Banjarbaru, Senin, 24 Agustus 2026. Menurutnya, kondisi El Nino turut memengaruhi penurunan debit air di sejumlah wilayah, termasuk Bendungan Riam Kanan yang selama ini menjadi salah satu sumber air.

Karena itu, pemerintah meminta seluruh sumber air yang masih tersedia dimaksimalkan untuk membasahi lahan gambut yang terbakar sebelum kondisi El Nino mencapai puncaknya. Selain mempercepat pemadaman, Hanif juga meminta peningkatan patroli di kawasan yang rawan terjadi pembakaran lahan karena sebagian besar kejadian karhutla di Banjarbaru diduga dipicu aktivitas manusia.

Pemerintah berharap percepatan penanganan dan penguatan upaya pencegahan dapat menekan meluasnya karhutla di Banjarbaru. Langkah tersebut sekaligus untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan kabut asap yang berpotensi meningkat saat puncak El Nino.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....