Kebakaran TPA Basirih, Gas Metana Jadi Ancaman
- 19 Agt 2026 10:34 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kebakaran seluas 0,48 hektare terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih Banjarmasin beberapa waktu lalu.
- Api yang awalnya membakar semak belukar meluas hingga mencapai timbunan sampah di kawasan TPA.
- Kondisi timbunan sampah yang menghasilkan gas metana dinilai berpotensi memicu kebakaran lebih besar di masa depan menurut pengamat lingkungan.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kebakaran lahan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih beberapa waktu lalu menjadi perhatian pengamat lingkungan. Kondisi timbunan sampah yang menghasilkan gas metana dinilai berpotensi memicu kebakaran lebih besar.
Sekitar 0,48 hektare lahan di kawasan TPA Basirih diperkirakan terbakar dalam peristiwa tersebut. Api yang awalnya membakar semak belukar kemudian meluas hingga mencapai timbunan sampah.
Pengamat lingkungan sekaligus akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Dr. Eng. Akbar Rahman, mengatakan timbunan sampah mengandung gas metana yang mudah terbakar. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat memicu api dan memperluas dampak kebakaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Jefri Fransyah, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan intensif pascainsiden. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi letupan maupun kebakaran susulan di kawasan TPA Basirih.
Insiden tersebut menambah catatan kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kota Banjarmasin. Berdasarkan data BPBD Kota Banjarmasin, tercatat 31 titik kejadian karhutla yang telah menghanguskan sekitar 5,11 hektare lahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....