Kalsel Kembangkan Ensiklopedia Budaya dan Kamus Bahasa Banjar

  • 14 Agt 2026 09:28 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meluncurkan program Banua Cultural Ecosystem 2030 untuk memperkuat ekosistem kebudayaan di wilayah tersebut.
  • Ensiklopedia Kebudayaan Kalsel berbasis digital dirancang untuk memetakan entitas kebudayaan mencakup cagar budaya, warisan budaya, dan para pegiat seni.
  • Program ini juga mencakup penyusunan kamus bahasa Banjar sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya lokal masyarakat Banua.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat ekosistem kebudayaan melalui program Banua Cultural Ecosystem 2030. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membangun Ensiklopedia Kebudayaan Kalsel berbasis digital sekaligus menyusun kamus bahasa Banjar.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Edy Suwarto, mengatakan ensiklopedia tersebut dirancang untuk memetakan berbagai entitas kebudayaan di Banua. Pemetaan mencakup cagar budaya, warisan budaya, hingga para pegiat seni yang menjadi bagian dari kehidupan kebudayaan masyarakat.

Selain ensiklopedia, penyusunan kamus bahasa Banjar telah dirampungkan dengan sekitar 11 ribu kosakata yang dapat diakses secara daring. Saat ini, sebanyak 19 cagar budaya telah ditetapkan dari 50 objek yang menjadi sasaran pemetaan di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, termasuk Rumah Banjar dan Candi Agung di Amuntai.

Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, H. Iberahim Noor, menegaskan pentingnya pelestarian kebudayaan daerah, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, pengaruh budaya asing perlu diimbangi dengan pengenalan dan pelestarian budaya lokal sejak dini agar keberadaannya tetap terjaga.

Pengembangan program tersebut menandai perubahan pendekatan pembangunan kebudayaan dari yang sebelumnya berorientasi pada kegiatan atau acara menjadi pembangunan ekosistem. Pemerintah Provinsi Kalsel juga mendorong penguatan peran komunitas sebagai penggerak kebudayaan, sehingga pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....