Kadar Garam Air Baku Naik, Intake Sungai Bilu Dihentikan
- 11 Agt 2026 10:53 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kadar garam air baku PT Air Minum Bandarmasih mencapai 2.119 ppm pada Senin, 10 Agustus 2026, akibat intrusi air laut di puncak musim kemarau.
- Operasional Intake Sungai Bilu dihentikan sementara karena kualitas air baku tidak memenuhi standar untuk proses pengolahan dan pelayanan optimal.
- Penghentian operasional berdampak pada penurunan debit distribusi air kepada pelanggan, dan perusahaan menyiapkan langkah alternatif untuk menjaga keberlangsungan pelayanan.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Intrusi air laut akibat puncak musim kemarau membuat kadar garam air baku PT Air Minum Bandarmasih mencapai 2.119 ppm pada Senin, 10 Agustus 2026. Kondisi tersebut menyebabkan operasional Intake Sungai Bilu dihentikan sementara dan berdampak pada penurunan debit distribusi air kepada pelanggan.
Penghentian operasional dilakukan karena kualitas air baku belum memungkinkan untuk mendukung proses pengolahan dan pelayanan secara optimal. PT Air Minum Bandarmasih kini menyiapkan sejumlah langkah alternatif untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu opsi yang diusulkan adalah pemanfaatan air dengan kadar garam di atas standar untuk kebutuhan tertentu, khususnya mandi, cuci, dan kakus (MCK). Pelaksanaannya tetap akan memperhatikan ketentuan dan aspek keamanan yang berlaku agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai kondisi yang tersedia.
Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan kondisi air baku saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Dampak penghentian sementara Intake Sungai Bilu dirasakan di sejumlah wilayah pelayanan, dengan distribusi air di Banjarmasin Barat turun sekitar 40 persen dan wilayah Booster S. Parman sekitar 39 persen.
PT Air Minum Bandarmasih mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama kondisi air baku masih terbatas. Manajemen juga meminta warga menampung air di rumah sebagai langkah antisipasi dan akan terus memantau kadar garam serta menyesuaikan pola distribusi berdasarkan kondisi di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....