Kemarau Ancam 5.800 Hektare Sawah di Kalsel

  • 04 Agt 2026 09:51 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Sebanyak 5.800,3 hektare lahan persawahan di Kalimantan Selatan mengalami kekeringan akibat musim kemarau dan terancam gagal panen.
  • Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menyatakan kekeringan terjadi di sentra produksi padi yang sedang memasuki musim panen, meskipun belum ada lahan yang dinyatakan puso.
  • Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mempercepat berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi padi dan memastikan ketahanan pangan apabila penanganan tidak segera dilakukan.
Video

RRI.CO.ID, Banjarbaru – Musim kemarau yang melanda Kalimantan Selatan mulai berdampak pada sektor pertanian. Sebanyak 5.800,3 hektare lahan persawahan dilaporkan mengalami kekeringan dan terancam gagal panen (puso), sehingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mempercepat berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi padi dan ketahanan pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, mengatakan kekeringan terjadi di sejumlah sentra produksi padi yang saat ini memasuki musim panen. Meski belum ada lahan yang dinyatakan puso, ancaman gagal panen akan meningkat apabila penanganan tidak segera dilakukan.

Berdasarkan data DPKP Kalimantan Selatan hingga akhir Juli 2026, luas sawah terdampak kekeringan mencapai 5.800,3 hektare. Kabupaten Tanah Laut menjadi wilayah dengan dampak terluas, yakni 3.363 hektare, disusul Barito Kuala seluas 1.736 hektare dan Kabupaten Banjar seluas 353 hektare.

Selain mengakibatkan kekeringan lahan, kondisi tersebut juga menyebabkan kerusakan persemaian padi sebanyak 225 kilogram. Kerusakan tercatat terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebanyak 125 kilogram dan Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 100 kilogram.

Mengantisipasi meluasnya dampak kemarau, Pemprov Kalimantan Selatan bersama Kementerian Pertanian, Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, BMKG, Perum Bulog, ATR/BPN, serta pemerintah kabupaten/kota telah menyusun langkah mitigasi melalui rapat koordinasi pertanian. Upaya yang dilakukan meliputi pompanisasi, percepatan tanam, optimalisasi penggunaan combine harvester, serta penguatan sosialisasi dan pengawasan di lapangan untuk mencegah kebakaran lahan pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....