Pemko Banjarmasin Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik
- 29 Jul 2026 12:02 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Pemadaman listrik bergilir dengan durasi lima hingga enam jam kembali terjadi di Kota Banjarmasin setelah sebelumnya sempat mereda, memicu keluhan melalui media sosial dan layanan pengaduan.
- Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin atas instruksi Wali Kota H. M. Yamin HR mendatangi Kantor PT PLN UP3 Banjarmasin untuk meminta penjelasan dan mendesak percepatan penanganan.
- PLN menjelaskan pemadaman terjadi akibat berkurangnya pasokan daya karena gangguan dan pemeliharaan sejumlah pembangkit listrik.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemadaman listrik bergilir kembali melanda Kota Banjarmasin setelah sebelumnya sempat mereda. Durasi pemadaman yang mencapai lima hingga enam jam memicu keluhan masyarakat melalui media sosial dan layanan pesan PMK Banjarmasin.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, atas instruksi Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, mendatangi Kantor PT PLN UP3 Banjarmasin untuk meminta penjelasan sekaligus mendesak percepatan penanganan. Dalam pertemuan tersebut, PLN menjelaskan pemadaman terjadi akibat berkurangnya pasokan daya karena gangguan dan pemeliharaan sejumlah pembangkit.
Ichrom mengatakan sistem kelistrikan Kota Banjarmasin saat ini bergantung pada distribusi dari jaringan PT PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Pemko Banjarmasin juga menerima kepastian bahwa mulai 5 Agustus 2026, pemadaman bergilir ditargetkan tidak lagi diberlakukan meski sistem masih dalam kondisi siaga.
Manager PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar, menjelaskan pemadaman bergilir merupakan langkah yang terpaksa dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan. Ia menyebut sejumlah unit pembangkit masih menjalani pemeliharaan dan penanganan gangguan, sehingga seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan.
Selain percepatan penanganan, Pemko Banjarmasin meminta PLN meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Informasi terkait wilayah terdampak dan estimasi waktu pemulihan diharapkan disampaikan secara terbuka agar warga dapat mempersiapkan diri menghadapi gangguan listrik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....